BACA DARI BAWAH !
Setelah kira -kira aku menjalani perawatan selama 1 bulan di ICU ( Intensive Care Unit ) yang pertama di RS Kasih Ibu selama 21 hari dan RS Dr Oen selama satu minggu, maka aku dipindahkan tempat menuju ruangan biasa pada umumnya , (dapat disebut juga "bangsal") karena diagnosa dokter mengatakan bahwa saya tidak lagi membutuhkan "monitoring" secara intensif disamping itu pembusukan atau penghitaman pada kaki kanan saya sudah dikatakan berhenti. ini gambarnya
Setelah kira -kira aku menjalani perawatan selama 1 bulan di ICU ( Intensive Care Unit ) yang pertama di RS Kasih Ibu selama 21 hari dan RS Dr Oen selama satu minggu, maka aku dipindahkan tempat menuju ruangan biasa pada umumnya , (dapat disebut juga "bangsal") karena diagnosa dokter mengatakan bahwa saya tidak lagi membutuhkan "monitoring" secara intensif disamping itu pembusukan atau penghitaman pada kaki kanan saya sudah dikatakan berhenti. ini gambarnya
Dapat anda lihat batas antara jaringan yang sudah mati dan jaringan yang sehat.
Karena dikatakan sudah tidak memerlukan "monitoring" lagi, maka saya dipindah menuju ke "bangsal". Total hari yang saya lewati disana kira-kira 2 bulan lamanya. Itu adalah hari-hari yang amat berat bagi saya karena saya harus berdiam diri "bed rest" dan tidak melakukan aktivitas lain selain tidur dan perawatan luka saya.
Saya pun menjalani "medikasi" (perawatan luka) sehari atau dua hari sekali.
Dr "Stem Cell" dan didampingi oleh Dr "Bedah Arteri" slalu ikut andil dalam menangani dan meninjau perkembangan kaki saya.
Kali ini mereka memiliki peranan masing-masing.. Dokter "Bedah Arteri" berperanan untuk meninjau perkembangan "granulasi" (pertumbuhan jaringan) dan melihat seberapa jauh otot saya tumbuh.
Sedangkan Dokter "Stem Cell" berperan untuk memacu pertumbuhan "granulasi" dengan cara menginjeksi serta memberikan "amnion kering dan amnion basah". ini fotonya
foto ketika amnion basah diberikan
#Penjelasan dari amnion
Amnion adalah selaput yang berhubungan langsung dengan Embrio dan menghasilkan cairan ketuban berfungsi untuk melindungi Embrio dari guncangan.
#Efek dari pemakain Amnion yang saya rasakan
Ketika Amnion tersebut ditempelkan di luka, saya merasakan dingin pada kaki saya disertai rasa "perih".
Namun ketika ini digunakan, hasil menunjukan perkembangan yang lebih cepat dan significant.
#Perbedaan dari Amnion basah dan kering
Amnion kering ini berasal dari amnion yang seperti gambar diatas dioproses sedemikian rupa sehingga menjadi kering. Perbedaan antara Amnion Kering dan Basah terlihat ketika Amnion ditempelkan. Amnion kering langsung menyatu dengan luka dan ketika ditempelkan tampak seperti selaput yang amat tipis.
Selain itu, dokter setiap harinya meberikan suntikan stem cell yang dimasukan ke "intra vena" dan setiap medikasi selalu disuntikan keluka. ini fotonya
Ketika tangan cantik dokter saya meberikan suatu harapan
hehehehe :)
Setiap 2 hari saya harus mengahadapi proses perawatan luka yang menurut saya amat sakit rasanya. Setiap medikasi saya harus merasakan suntikan 40 - 60 kali tepat pada luka saya. Ditambah lagi para perawat harus membuang dan membersihkan nanah saya yang ada dalam luka saya. Belum lagi saya harus merasakan apabila ada kotoran (jaringan mati) yang harus diambil. aarrgghhh sakit kan pastinya. Tapi apapun itu, saya tetap harus melewatinya.
# Sebagai pengetahuan saja
Sesungguhnya, jenis stem cell ada 247. Namun di negara kita, baru 3 yang di kembangkan. Bayangkan saja, apabila ke-247 stem cell ini dapat dikembangkan di negara kita, sangatlah berguna tentunya.
Waktu terus berlajan, suatu ketika dokter "Bedah Arteri" mengdiagnosa bahwa ada bagian otot betis yang sudah dikatakan "tidak sehat" dan harus diambil karena menghambat pertumbuhan "granulasi" dan saya harus menjalani operasi untuk kesekian kalinya. ini fotonya
Dapat anda lihat "before after" dari pembuangan jaringan yang "tidak sehat"
Sangat kentara bukan? mungkin saya kehilangan 60% otot dari kaki kanan saya. Tampak jelas bahwa otot yang "tidak sehat" harus dibuang.
Selain itu, saya harus menjalani "terapi" untuk menguatkan otot saya dan melatih saya untuk menggunakan alat bantu jalan dengan "krek". alasan lainya yaitu apabila hanya terus-menerus "bed rest" akan menimbulkan luka pada punggung.
Dapat dipastikan, terapi pertama sangat sakit, dan darah serta "nanah" bercucuran di lantai.
terapi pertama yang menyakitkan
Saya tidak dapat mengingat betapa sakit yang saya rasakan. Tapi apapun untuk kebaikan saya maka saya harus lakukan !
Padahal, kondisi kaki saya saat itu sangat parah, dapat dilihat ketika adanya nanah yang cukup banyak sehingga butuh alat untuk menyedot "nanah" itu agar keluar. ini fotonya.
alat semacam "kanebo" digunakan untuk menyerap nanah
jaringan yang mati
selang tersebut bertujuan untuk memompa dan sebagai "irigasi" agar nanah dapat keluar
ini foto saya ketika belajar jalan menggunakan alat bantu
hahahah... dapat anda bayangkan sakit yang saya rasakan ketika saya harus belajar berjalan dengan kondisi 2 bulan lebih penuh saya tidak berjalan.
Orang Tua dan Keluarga besar saya , selalu menyuport dan mendongkrak semangat saya. Ditambah lagi kehadiran pacar saya yang datang setiap 2 hari setelah usai sekolah.
Saya hanya berpikir " KEKUATAN ADA DI DALAM JIWA DAN SEMANGAT , BUKAN DI OTOT MAUPUN FISIK " . Saya hanya melakukan yang bisa saya lakukan dan semua saya pasrahkan kepada Tuhan Yesus.
Disamping itu, ini adalah tahun terkahir saya di "Sekolah Menengah Atas" . Saya bersikeras untuk menyelesaikan study saya dengan baik walaupun mungkin kondisi fisik saya tidak memungkinkan, ada guru saya yang mendatangi dan dia mengatakan "cuti satu tahun saja, tahun depan anda dapat mengulang lagi"
Di dalam hati kecil saya berkata, "TIDAK !!! SAYA TIDAK AKAN MENGULANG. SAYA HARUS BUKTIKAN BAHWA KATA GURU SAYA ITU SALAH". Saya antusias sekali untuk membuktikan juga pada teman-teman saya. Mengingat bahwa saya sudah absent selama 3 bulan.
saya ingat sekali, waktu itu adalah bulan Oktober, setiap hari saya hanya mengisi waktu saya dengan browsing dan browsing di Rumah Sakit, dengan laptop saya. Suatu ketika saya membuka web salah satu Universitas Swasta di Yogyakarta. Saya melihat ada "penerimaan mahasiswa baru jalur prestasi" . Lekas saya bilang kepada mama saya, "mah, Kevin mau daftar" . Sisi lain, kakek saya mengatakan "sudahlah, tahun depan saja mengulang apabila tahun ini tidak bisa, jangan dipaksakan". Saya bersikeras tetap ingin KULIAH.
Hendak saya menelpon Paman saya yang di Yogyakarta untuk mengambil formulir di "Universitas Sanata Dharma".
Setelah saya mendapat, lekas saya mengisi formulir dan mengirimkan Rapor Hasil Belajar saya sampai kelas 11. Mungkin saya termasuk orang gila, kondisi saya saja masih seperti itu, namun saya tetap bersikeras untuk KULIAH. Disisi lain, saya saja bingung apakah saya dapat mengikuti Ujian Akhir di Sekolah Menengah Atas saya. (Ujian Nasional) mengingat sudah hampir satu semester saya absent.
Namun ..... Hasilnya saya DITERIMA di program S1 Akuntansi Jalur Undangan. Itu suatu kebanggaan tersendiri bagi saya. Dengan kondisi saya yang seperti ini saja, dan saya yang belum sedikitpun menerima pelajaran kelas 12 tetapi saya sudah DITERIMA di salah satu Universitas Swasta Favorite.
Dengan itu saya merasa bahwa DALAM SETIAP COBAAN, TERKANDUNG BERJUTA HARAPAN . saya hanya dapat memetik hal tersebut menjadi suatu bagian yang luar biasa dalam hidup saya. Mungkin bagi orang yang lebih pintar dari saya itu hanyalah hal biasa, namun bagi saya itu LUAR BIASA ! SANGAT LUAR BIASA ! karena itulah yang mendokrak semangat saya. "saya belum sekolah saja sudah dapat Universitas, betapa bangganya saya". Semangat saya terus keluar, dan tiba saat bagi saya untuk pulang kerumah karena dokter berkata bahwa saya mampu untuk "Rawat Jalan".
Setelah saya pulang kerumah kira-kira bulan November pertengahan, saya merasa bahagia "akhirnya aku bisa pulang kembali setelah 3 bulan lebih aku dirawat di Rumah Sakit" .
Aku sudah melewatkan banyak materi, Ulangan harian, Ulangan tengah semester, saya tidak mengikuti. rasanya sangat berat hidup saya. Saya masih merasakan sakit yang tidak terahankan dari lukas saya, namun saya harus tetap Sekolah untuk menyelesaikan tahun terakahir saya
Pada bulan Desember awal, saya diberi kabar oleh sahabat saya bahwa sekarang kita harus melewati Ulangan Akhir Semester.
Apa yang harus saya perbuat? hampir 1 semester penuh saya absent. apalagi jika kelas akhir bisa dikatakan bahwa 2 semester harus selesai pada 1 semester. saya bingung dan saya harus berkata apalagi? sulit bagi saya untuk melewati, apalagi memulai belajar ! saya mulai mendatangkan "guru private" dan saya mulai belajar.
Tiba saatnya saya untuk mengikuti Ujian Akhir Semester, namun saya melaksanakan Ujian bukan disekolah. Saya melaksanakan Ujian dirumah. Guru Sekolah saya datang kerumah saya dan membawakan soal untuk saya kerjakan. Mereka mendungu di sebelah saya sambil mengoreksi hasil pekerjaan teman-teman saya. Namun saya tetap fokus mengerjakan. Saya hanya belajar mungkin dua minggu, dan saya harus menghadapi dengan pengulangan materi yang sangat banyak. Saya hanya mengerjakan apa yang saya bisa dan hanya membaca soal yang temanku pinjami padaku. Ternyata hampir 50% yang saya pelajari keluar. Lainya, saya hanya menggunakan "Nalar dan felling" .
Seminggu berlalu. Saya bangga saya telah menyelesaikan Ujian walaupun saya hanya belajar dua minggu untuk belajar materi sebanyak itu.
Hasilnya pun tiba, ya walaupun nilai saya hanya tepat standar atau melebihi sedikit, namun saya tetap BANGGA. Rata-rata saya total adalah 81,00 .
Tapi Jangan anda bandingkan dengan mereka yang sehat pintar dan masuk sekolah ya. hehe
Saya amat bangga terhadap hasil yang saya raih dengan usaha saya dibantu orangtua,keluarga,pacar, dan sahabat saya. Walaupun saya belajar hanya sebentar, namun saya dapat meraih hasil tersebut adalah sebuah kehormatan bagi saya.
Sekali lagi saya berkata " DALAM SEKUMPULAN COBAAN, TERKANDUNG BERJUTA HARAPAN " dan percayalah, Tuhan akan merestui setiap usaha kerasmu.
continue in my articel "I'm yours Jesus, whatever You do for me, I believe in You"
Kevin Sugeng












