About Me

Foto saya
Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia
My name is Kevin. i'm 18 years old. I study about accounting in Sebelas Maret University (UNS). this is my first year in university. contact me if you want to know more about me. https://twitter.com/kevsuu . or https://www.facebook.com/kevin.sugeng or email me kevsu15@gmail.com. I have a dream. Great Dream. and i will prove that one day. Still in proccess :) Jessus Bless Us !

Jumat, 02 Agustus 2013

In a Set of Trial, Contains Million of Hope

BACA DARI BAWAH !
Setelah kira -kira aku menjalani perawatan selama 1 bulan di ICU ( Intensive Care Unit ) yang pertama di RS Kasih Ibu selama 21 hari dan RS Dr Oen selama satu minggu, maka aku dipindahkan tempat menuju ruangan biasa pada umumnya , (dapat disebut juga "bangsal") karena diagnosa dokter mengatakan bahwa saya tidak lagi membutuhkan "monitoring" secara intensif disamping itu pembusukan atau penghitaman pada kaki kanan saya sudah dikatakan berhenti. ini gambarnya


Dapat anda lihat batas antara jaringan yang sudah mati dan jaringan yang sehat.

Karena dikatakan sudah tidak memerlukan "monitoring" lagi, maka saya dipindah menuju ke "bangsal". Total hari yang saya lewati disana kira-kira 2 bulan lamanya. Itu adalah hari-hari yang amat berat bagi saya karena saya harus berdiam diri "bed rest" dan tidak melakukan aktivitas lain selain tidur dan perawatan luka saya.
Saya pun menjalani "medikasi" (perawatan luka) sehari atau dua hari sekali. 
Dr "Stem Cell" dan didampingi oleh Dr "Bedah Arteri"  slalu ikut andil dalam menangani dan meninjau perkembangan kaki saya.
Kali ini mereka memiliki peranan masing-masing.. Dokter "Bedah Arteri" berperanan untuk meninjau perkembangan "granulasi" (pertumbuhan jaringan) dan melihat seberapa jauh otot saya tumbuh.
Sedangkan Dokter "Stem Cell" berperan untuk memacu pertumbuhan "granulasi" dengan cara menginjeksi serta memberikan "amnion kering dan amnion basah".  ini fotonya 


foto ketika amnion basah diberikan 

#Penjelasan dari amnion
Amnion adalah selaput yang berhubungan langsung dengan Embrio dan menghasilkan cairan ketuban berfungsi untuk melindungi Embrio dari guncangan.

#Efek dari pemakain Amnion yang saya rasakan
Ketika Amnion tersebut ditempelkan di luka, saya merasakan dingin pada kaki saya disertai rasa "perih".
Namun ketika ini digunakan, hasil menunjukan perkembangan yang lebih cepat dan significant.

#Perbedaan dari Amnion basah dan kering
Amnion kering ini berasal dari amnion yang seperti gambar diatas  dioproses sedemikian rupa sehingga menjadi kering. Perbedaan antara Amnion Kering dan Basah terlihat ketika Amnion ditempelkan. Amnion kering langsung menyatu dengan luka dan ketika ditempelkan tampak seperti selaput yang amat tipis.

Selain itu, dokter setiap harinya meberikan suntikan stem cell yang dimasukan ke "intra vena" dan setiap medikasi selalu disuntikan keluka. ini fotonya 





Ketika tangan cantik dokter saya meberikan suatu harapan

hehehehe :)
 Setiap 2 hari saya harus mengahadapi proses perawatan luka yang menurut saya amat sakit rasanya. Setiap medikasi saya harus merasakan suntikan 40 - 60 kali tepat pada luka saya. Ditambah lagi para perawat harus membuang dan membersihkan nanah saya yang ada dalam luka saya. Belum lagi saya harus merasakan apabila ada kotoran (jaringan mati) yang harus diambil. aarrgghhh sakit kan pastinya. Tapi apapun itu, saya tetap harus melewatinya.

# Sebagai pengetahuan saja
Sesungguhnya, jenis stem cell ada 247. Namun di negara kita, baru 3 yang di kembangkan. Bayangkan saja, apabila ke-247 stem cell ini dapat dikembangkan di negara kita, sangatlah berguna tentunya.

Waktu terus berlajan, suatu ketika dokter "Bedah Arteri" mengdiagnosa  bahwa ada bagian otot betis yang sudah dikatakan "tidak sehat" dan harus diambil karena menghambat pertumbuhan "granulasi" dan saya harus menjalani operasi untuk kesekian kalinya. ini fotonya 


Dapat anda lihat "before after" dari pembuangan jaringan yang "tidak sehat"

Sangat kentara bukan? mungkin saya kehilangan 60% otot dari kaki kanan saya. Tampak jelas bahwa otot yang "tidak sehat" harus dibuang.

Selain itu,  saya harus menjalani "terapi" untuk menguatkan otot saya dan melatih saya untuk menggunakan alat bantu jalan dengan "krek". alasan lainya yaitu apabila hanya terus-menerus "bed rest" akan menimbulkan luka pada punggung.
Dapat dipastikan, terapi pertama sangat sakit, dan darah serta "nanah"  bercucuran di lantai. 

terapi pertama yang menyakitkan

Saya tidak dapat mengingat betapa sakit yang saya rasakan. Tapi apapun untuk kebaikan saya maka saya harus lakukan !
Padahal, kondisi kaki saya saat itu sangat parah, dapat dilihat ketika adanya nanah yang cukup banyak sehingga butuh alat untuk menyedot "nanah" itu agar keluar. ini fotonya.

alat semacam "kanebo" digunakan untuk menyerap nanah



jaringan yang mati


selang tersebut bertujuan untuk memompa dan sebagai "irigasi" agar nanah dapat keluar


ini foto saya ketika belajar jalan menggunakan alat bantu

hahahah... dapat anda bayangkan sakit yang saya rasakan ketika saya harus belajar berjalan dengan kondisi 2 bulan lebih penuh saya tidak berjalan.

Orang Tua dan Keluarga besar saya , selalu menyuport dan mendongkrak semangat saya. Ditambah lagi kehadiran pacar saya yang datang setiap 2 hari setelah usai sekolah.

Saya hanya berpikir   " KEKUATAN ADA DI DALAM JIWA DAN SEMANGAT , BUKAN DI OTOT MAUPUN FISIK " . Saya hanya melakukan yang bisa saya lakukan dan semua saya pasrahkan kepada Tuhan Yesus.

Disamping itu, ini adalah tahun terkahir saya di "Sekolah Menengah Atas" . Saya bersikeras untuk menyelesaikan study saya dengan baik walaupun mungkin kondisi fisik saya tidak memungkinkan, ada guru saya yang mendatangi dan dia mengatakan "cuti satu tahun saja, tahun depan anda dapat mengulang lagi"
Di dalam hati kecil saya berkata, "TIDAK !!! SAYA TIDAK AKAN MENGULANG. SAYA HARUS BUKTIKAN BAHWA KATA GURU SAYA ITU SALAH". Saya antusias sekali untuk membuktikan juga pada teman-teman saya. Mengingat bahwa saya sudah absent selama 3 bulan. 

saya ingat sekali, waktu itu adalah bulan Oktober, setiap hari saya hanya mengisi waktu saya dengan browsing dan browsing di Rumah Sakit, dengan laptop saya. Suatu ketika saya membuka web salah satu Universitas Swasta di Yogyakarta. Saya melihat ada "penerimaan mahasiswa baru jalur prestasi" . Lekas saya bilang kepada mama saya, "mah, Kevin mau daftar" . Sisi lain, kakek saya mengatakan "sudahlah, tahun depan saja mengulang apabila tahun ini tidak bisa, jangan dipaksakan". Saya bersikeras tetap ingin KULIAH. 
Hendak saya menelpon Paman saya yang di Yogyakarta untuk mengambil formulir di "Universitas Sanata Dharma".

Setelah saya mendapat, lekas saya mengisi formulir dan mengirimkan Rapor Hasil Belajar saya sampai kelas 11. Mungkin saya termasuk orang gila, kondisi saya saja masih seperti itu, namun saya tetap bersikeras untuk KULIAH. Disisi lain, saya saja bingung apakah saya dapat mengikuti Ujian Akhir di Sekolah Menengah Atas saya. (Ujian Nasional) mengingat sudah hampir satu semester saya absent.



Namun ..... Hasilnya saya DITERIMA di program S1 Akuntansi Jalur Undangan. Itu suatu kebanggaan tersendiri bagi saya. Dengan kondisi saya yang seperti ini saja, dan saya yang belum sedikitpun menerima pelajaran kelas 12 tetapi saya sudah DITERIMA di salah satu Universitas Swasta Favorite. 
Dengan itu saya merasa bahwa DALAM SETIAP COBAAN, TERKANDUNG BERJUTA HARAPAN . saya hanya dapat memetik hal tersebut menjadi suatu bagian yang luar biasa dalam hidup saya. Mungkin bagi orang yang lebih pintar dari saya itu hanyalah hal biasa, namun bagi saya itu LUAR BIASA ! SANGAT LUAR BIASA ! karena itulah yang mendokrak semangat saya. "saya belum sekolah saja sudah dapat Universitas, betapa bangganya saya". Semangat saya terus keluar, dan tiba saat bagi saya untuk pulang kerumah karena dokter berkata bahwa saya mampu untuk "Rawat Jalan".

Setelah saya pulang kerumah kira-kira bulan November pertengahan, saya merasa bahagia "akhirnya aku bisa pulang kembali setelah 3 bulan lebih aku dirawat di Rumah Sakit" . 
Aku sudah melewatkan banyak materi, Ulangan harian, Ulangan tengah semester, saya tidak mengikuti. rasanya sangat berat hidup saya. Saya masih merasakan sakit yang tidak terahankan dari lukas saya, namun saya harus tetap Sekolah untuk menyelesaikan tahun terakahir saya 

Pada bulan Desember awal, saya diberi kabar oleh sahabat saya bahwa sekarang kita harus melewati Ulangan Akhir Semester. 
Apa yang harus saya perbuat? hampir 1 semester penuh saya absent. apalagi jika kelas akhir bisa dikatakan bahwa 2 semester harus selesai pada 1 semester. saya bingung dan saya harus berkata apalagi? sulit bagi saya untuk melewati, apalagi memulai belajar ! saya mulai mendatangkan "guru private"  dan saya mulai belajar.
Tiba saatnya saya untuk mengikuti Ujian Akhir Semester, namun saya melaksanakan Ujian bukan disekolah. Saya melaksanakan Ujian dirumah. Guru Sekolah saya datang kerumah saya dan membawakan soal untuk saya kerjakan. Mereka mendungu di sebelah saya sambil mengoreksi hasil pekerjaan teman-teman saya. Namun saya tetap fokus mengerjakan. Saya hanya belajar mungkin dua minggu, dan saya harus menghadapi dengan pengulangan materi yang sangat banyak. Saya hanya mengerjakan apa yang saya bisa dan hanya membaca soal yang temanku pinjami padaku. Ternyata hampir 50% yang saya pelajari keluar. Lainya, saya hanya menggunakan "Nalar dan felling" . 

Seminggu berlalu. Saya bangga saya telah menyelesaikan Ujian walaupun saya hanya belajar dua minggu untuk belajar materi sebanyak itu. 
Hasilnya pun tiba, ya walaupun nilai saya hanya tepat standar atau melebihi sedikit, namun saya tetap BANGGA. Rata-rata saya total adalah 81,00 . 
Tapi Jangan anda bandingkan dengan mereka yang sehat pintar dan masuk sekolah  ya. hehe 
Saya amat bangga terhadap hasil yang saya raih dengan usaha saya dibantu orangtua,keluarga,pacar, dan sahabat saya. Walaupun saya belajar hanya sebentar, namun saya dapat meraih hasil tersebut adalah sebuah kehormatan bagi saya. 
Sekali lagi saya berkata " DALAM SEKUMPULAN COBAAN, TERKANDUNG BERJUTA HARAPAN " dan percayalah, Tuhan akan merestui setiap usaha kerasmu. 


continue in my articel "I'm yours Jesus, whatever You do for me, I believe in You"



Kevin Sugeng

Rabu, 03 Juli 2013

Ulang Tahun Terburuk atau Terbaik?

BACA DARI BAWAH !
Anda sudah membaca dari awal kan cerita saya? kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman saya ketika merayakan ulang tahun di rumah sakit.
Setelah Mujizat itu ada, dan harapan masih ada juga, setelah Dr Endah Yulianto menyanggupi untuk menangani saya, maka bergembiralah hati saya setelah banyak sekali dokter yang menolak saya atau dapat dikatakan "give up" dengan kondisi saya. Dapatkah anda membayangkan ketika anda sakit parah dan dokter pun menolak untuk menangani anda atau "menyerah" terhadap kondisi anda? Bagaimana rasanya bila anda ada dalam posisi saya? apakah hati anda tetap tegar? apakah anda akan tetap maju ? inilah yang saya rasakan. Kejadian ini disaat saya akan berulang tahun, kira-kira 1 september 2012 tepatnya, padahal saya ulang tahun pada tanggal 4 september. Apakah hati anda tidak hancur ketika anda di beri ujian Tuhan saat anda duduk di kelas 12 sekolah menengah atas ? disaat ana akan mengikuti ujian nasional, disaat anda akan masuk ke universitas untuk kuliah dan menyiapkan masa depan anda, disaat hobi anda yang anda sukai itu sedang mengikuti hidup anda. Apakah anda tidak sakit menerima hal semacam ini apabila anda di posisi saya?
Saya hanya berkata terhadap diri saya dan berdoa kepada Tuhan, "Tuhan, saya serahkan hidup saya padaMu. Jadilah Padaku menurut KehendakMu" sambila saya kuat dan berdoa. Saya sebulan penuh hanya tidur dan berbaring di bed Rumah Sakit tanpa ada hiburan sedikitpun, Hiburan saya hanyalah Keluarga ditambah lagi Girl Friend saya.

Setelah dokter tersebut menyetujui untuk menangani saya, lekas eksekusi tersebut dibatalkan. Saya merasa amat bersyukur. Disamping itu proses pembusukan atau penghitaman atau kematian dalam kaki kanan saya tetap berlanjut, yang dulu nya hanya sampai telapak kaki, waktu itu sudah sampai 50% dari kaki saya , ini fotonya





ini adalah gambar proses pembusukan yang sampai kira-kira 50% dari kaki saya 
Kata dokter saat itu apabila pembusukan ini tidak segera dipotong akan menyebabkan pembusukan itu naik ke seluruh kaki dan memiliki akibat yang fatal


saya juga akan memasukan foto apabila kaki kita di amputasi akan menjadi seperti ini







ini bagian yang akan di amputasi yaitu "below knee amputation" karena kasus saya ini termasuk masuk dalam kategori ini apabila eksekusi dilakukan



ini adalah proses apabila amputasi dilakukan



anda dapat melihat gambar berikut

ini kondisi sebelum amputasi.
memang berbeda situasi, jika yang ini disebabkan luka akibat diabetes. sedangkan saya luka akibat kecelakaan dan operasi.

ini proses ketika amputasi dilakukan


ini setelah amputasi dilakukan


Dapatkah anda melihat ? kejamnya dunia ini Ya Tuhan. Saya sendiri ngiris melihat hal seperti ini, saya tidak habis pikir apabila ini terjadi pada kehidupan saya. Tapi hal itu bertolak belakang dengan saya. Saya diberi Kemuliaan dari Tuhan , saya mendapat Mujizat dari Tuhan dimana saya dapat melihat kaki saya secara utuh. Itu sangatlah cukup bagi saya. Terima Kasih Yesus, Salib hidupku akan saya panggul dengan sukacita dari Engkau.
Pada Gambar diatas sudah jelas bahwa kasus saya lebih parah dari pada gambar yang tertera diatas. penghitaman atau pembusukan yang hanya setelapak kaki saja sudah diamputasi, bagaimana dengan saya? ditambah lagi saya menderita luka operasi yang amat besar. Namun kenyataanya, saya tidak di amputasi ! Itulah Mujizat dari Tuhan ! Saya percaya karena saya mengalami.

Kembali ke cerita awal, Hal ini dapat saya lewati, kira-kira pukul 17.00 , tangan kanan Yesus (Dr Endah Yulianto)  datang kepada saya , melihat kondisi saya dan mulailah ia beraksi. Ketika itu saya sedang tidur,  tiba-tiba saya merasa kaki kanan saya dipegang oleh seseorang, dia datang dengan 1 perawat dan 1 nya lagi anaknya. Sebelum memulainya, ia mengucap "Bismillah" dahulu agar semua dapat berjalan lancar, inilah aksi darinya



Ini moment ketika dokter menyuntik kaki kananku, suntikan ini berisi "STEM CELL" yang digunakan untuk menyelamatkan kaki saya. STEM CELL ini terbuat dari "ari-ari bayi ketika ia lahir atau disebut juga tali pusar bayi" tali pusar ini kemudian diolahnya dan amat samat bermanfaat bagi manusia.






dapat dilihat darah mengalir ketika suntikan datang padaku.. pertama kali suntikan ini deberikan kepadaku sekitar 60-70 kali suntik pada kaki kananku.

dapat anda bayangkan? bagaimana rasa sakit yang saya rasakan? apalagi bila disuntiknya dibagian luka. pastinya sakit sekali bukan?  setelah dokter itu selesai menangani pada hari pertama, efek sampingnya adalah proses demam yang tinggi dan menggigil. efek itu terjadi setelah kira-kira 30 menit setelah STEM CELL di masukan. 

apabila anda hendak mengunjungi dan memiliki keinginan untuk lebih mengerti tentang stem cell silahkan kunjungi http://en.wikipedia.org/wiki/Stem_cell

Walaupun sakitnya tidak tertahankan , namun saya tetap bahagia karena melihat kondisi saya memiliki harapan untuk sembuh. Saya dan keluarga saya tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Tuhan Yesus. Dr Bandrio yang adalah spesialis bedah arteri dan Dr Endah Yulianto yang adalah spesialis kulit, mereka mungkin adalah tangan kanan Tuhan yang diberikan kepada saya untuk menyelamatkan kaki saya, dan saya pun percaya akan hal itu.

Pasca suntikan itu , kira-kira 2-3 hari, pembusukan atau proses kematian pun berhenti. proses penghitamanya pun selesai dan stagnan sampai di situ. Tak lupa juga Dr Endah, memberi "amnion" yang juga sebagai olahan dari "tali pusar bayi " tersebut. ini fotonya
dapat dilihat amnion dimasukan ke dalam kaki saya yang diharapkan untuk dapat mengganti jaringan yang mati menjadi jaringan yang baru dan sehat lagi



gambar amnion

Kasus saya ini kata para dokter adalah kasus yang langka, dimana Terjadi putusnya arteri dan menyebabkan kematian pada jaringan di kaki kanan. Kasus saya ini mungkin terbilang kasus pertama di Indonesia.

Hal ini tidak memutuskan semangat saya ! Tibalah tanggal 4 september 2012 , saat itu saya merayakan ulang tahun saya yang ke-17. Saya tidak tahu , ini ulang tahun saya yang terburuk atau terbaik. Aku berharap ini yang terbaik, karena saat sweet seventeen saya mengalami ujian yang berat. Saya tahu dan berharap saya lebih baik dan Sukses dari sebelumnya. Ibarat pedang yang dibakar, ditempa, untuk menjadi semakin lancip dan tajam :)

kira-kira pukul 17.00 saat itu saya sedang bangun tidur, tiba-tiba ketika saya membuka mata , pacar saya https://twitter.com/nurainimrp datang untuk meberi kejutan pada saya. Dia membawakan saya, sebuah roti ulang tahun dihiasi lilin yang indah. Di samping itu dia pun juga membawakan ku "salib kecil" untuk digunakan berdoa, kata-kata penyemangat, dan kalung salib dengan harapan Tuhan Yesus akan turun menjamah saya dan selalu melindungi saya. Saat GF saya datang, kedua orangtua saya beranjak keluar ruangan kamar hospital saya, dan hanya tinggal kami berdua. kami pun menghaturkan doa-doa kami berdua terutama untuk kesembuhan saya dan kesuksesan kami berdua :)

Selang 1 jam , tak terduga tiba-tba "my former GF" pun juga datang. oh tidak, saya merasa malu dan sungkan dengan pacar saya. Dia juga datang dengan kue ulang tahunya. sudah dapat dibayangkan perasaan GF saya hahah. sudah cukup sekian dulu saja. Ini adalah ulang tahun yang tidak pernah saya Lupakan dalam hidup saya hingga Tuhan memanggil saya.
Dimana suatu cobaan datang, bukan meminta Tuhan untuk mengurangi beban kita, namun mintalah kekuatan Bahu untuk menopang semua ini. Aku percaya bahwa Tuhan punya rencana terhadap ini semua. Harapan saya kedepan adalah, saya ingin menjadi Pria yang sukses, dengan komitmen dan tanggung jawab yang melekat dalam diri saya.
saya hanya dapat berkat, Kuatlah selalu dan milikilah Mental yang Baja, walaupun terkadang itu sangat Berat, Kuat dan berjuang Untuk orang yang kamu sayangi, dan itu hanyalah Keluarga dan orang yang kita pilih.
Tuhan Beserta Kita, Jessus Bless Us my friends 



Kamis, 20 Juni 2013

Saat Menakutkan

Setelah operasi usai, hendaklah saya di bawa ke ruang ICU untuk mendapat penanganan lebih. Hari pertama pasca operasi pun saya lewati. Pada siang harinya pacar saya pun datang menjenguk saya serta teman-teman kelas dan teman dekat saya. Ketika pacar saya datang, saya pun sangat senang dan merasa terhibur oleh kedatanganya. Hendaklah dia mendekat dan saya beri dia sebuah pelukan kasih tulus dari saya. Saya mengatakan padanya, "sabar ya sayang, ini mungkin cobaan berat untuk saya, tapi apakah kamu akan setia pada saya untuk bisa menghadapi cobaan ini? ". Mengapa saya bilang begitu? karena saya merasa ini akan menjadi parah dan membutuhkan waktu yang  cukup lama untuk penyembuhan. Seketika itu dia langsung menyahut perkataan saya dan berkata "sudahlah, cobaan bukan untuk di hindari, aku akan setia menemanimu hingga cobaan berakhir". Itulah yang menjadi motivasi besar untuk saya untuk sembuh selain motivasi yang diberikan oleh keluarga yang amat sangat saya cintai. Keluarga dekat saya pun selalu menjenguk saya , terlebih kakek,nenek, ketiga om saya, dan tante beserta anaknya, mreka sudah saya anggap sebagai orang tua saya dan kakak-kakak saya sendiri.


ini adalah ruangan dimana saya di rawat inap kan.


Hari pertama , menunjukan kemajuan yang baik dimana kata dokter operasi saya berhasil. satu,dua hari saya lewati dengan penuh kesedihan dimana saya selalu ditemani oleh pacar saya, kakek,nenek, ketiga om saya, tante , adik-adik saya, serta orang tua saya yang amat saya sayangi  Mereka lah yang selalu mengisi hidup saya. Kondisi kaki saya sangat mengerikan , dimana luka sobekan operasi dimana-mana hingga menimbulkan luka yang amat besar hampir 80% dari  seluruh kaki saya. ini nih fotonya


ini adalah foto kaki saya pasca operasi. bisa dilihat kan masi terjadi pembengkakan. katanya sih ada bleeding di dalam, makanya kaki saya di lukai agar darah dan oksigen yang menekan dapat keluar hingga pembengkakan reda



Hari pertama, kedua pun saya lewati. Dokter-dokter pun selalu melihat perkembangan kaki saya, di mana  kasus kaki saya ini adalah termasuk kasus yang langka. Seingat saya ada sekitar 5 atau lebih dokter yang selalu menengok saya, yang utama adalah dokter arteri saya yang menangani saya sejak awal, dokter bedah tulang yang membuat luka operasi untuk aliran darah dan oksigen yang menekan agar dapat keluar, dokter anastesi, dokter jaga , dan lain-lainya. Tak disangka keadaan makin memburuk, 1,2,3 - 6 hari setelah pasca operasi membuat keadaan kaki saya memburuk. Ditandai dengan penghitaman di ujung kuku, itu mendadakan bahwa ada tanda-tanda kematian di kaki saya. Saya hanya bisa berharap dan berdoa kaki saya dapat membaik. Di samping itu, kakek saya karena ia adalah seorang militer, dengan keberanianya ia amat memperjuangkan cucunya ini, dengan cara selalu mengikuti perkembangan saya. Ia mendatangi saat itu dokter kepala di rumah sakit tersebut untuk membantu memecahkan solusi dari sakit saya ini. Hampir setiap hari ia mengunjungiku untuk melihat perkembanganku dan konsultasi dengan dokter arteriku yang menangani ku dari awal. Kakekku adalah satu-satunya keluarga ku yang ikut dalam operasiku. Ketika itu ibu dan ayahku hanya dapat merenungkan anaknya yang sedang menderita cobaan seperti ini. Ibuku tidak berhenti-hentinya menangisiku, sedangkan ayahku selalu meberikanku makanan apapun yang aku sukai, diantaranya adalah bubur ayam di salah satu restoran china. Hampir setiap pagi aku makan bubur itu, dan rasanya sangat enak. Disamping itu, saya ingat sekali ketika itu saya membutuhkan donor darah mengingat bleeding yang saya kluarkan mungkin cukup banyak, Seingat saya total darah yang saya gunakan sekitar 5 - 6 kantong darah, Cukup banyak bukan?

Selain itu, saya ingat betul penangan perawat-perawat ICU yang sangat care dengan saya. Sehingga saya dapat menganggap mereka seperti keluarga saya sendiri karena kedekatanya dan kepedulianya mereka terhadap saya. Ada salah satu perawat yang kebetulan ia satu keyakinan dengan saya. Ia memberikan saya rosario dan doa "Karonka:" untuk menguatkan jiwa dan raga saya dalam menjalani cobaan saya. Dia selalu mendatangi kamar ICU saya sekita pukul 3 sore untuk dapat mengajak saya berdoa. Saya sangat ingat benar betapa saya sangat diperhatikan oleh banyak orang. Begitu pula, ada salah satu ibu-ibu karyawan yang tugasnya mengantar makanan kepada saya yang sangat care juga terhadap saya, saya pun senang ketika saya di rumah sakit tersebut dapat mengenal perawat-perawat yang care terhadap saya. Ada juga perawat yang masih muda . umurnya sekitar 25 tahun yang mungkin saya anggap sebagai kakak saya, karena hanya dengan dia saat itu perawat laki-laki yang bisa saya ajak bercanda. Dan hingga saat ini pun ia masih kerap main kerumah saya dan membantu ibu saya merawat luka saya.

Kembali ke cerita tentang kaki saya ya.. Sudah seminggu pasca operasi saya berlangsung, kaki saya pun keadaanya semakin memburuk. ini  fotonya



ini adalah proses kematian pada kaki saya. Menurut dokter, kaki saya begini karena tidak adanya pasokan oksigen dan darah yang di sebabkan oleh putusnya arteri di kaki saya.


Ketika keadaan seperti ini, saya gencar-gencarnya berdoa kepada Tuhan ditemani oleh keluarga saya, orang tua saya dan pacar saya. Biasanya orang tua saya berdoa "Novena"bersama saya tiap jam 9 malam di kamar saya, sedangkan pacar saya biasanya jam 3 sore "Karonka"dan jam 9 malam "Novena" .
Saya hanya dapat berdoa dan terus berdoa, karena itulah yang menguatkan saya untuk dapat menjalani segala cobaan atau salib hidup di dunia ini. Hidup terasa berhenti disitu. Itulah yang saya rasakan,bagaimana saya memikirkan tentang kelanjutan salib saya ini.

Hari demi hari, semakin banyak keluarga saya yang berkunjung. Namun, yang saya ingat hanyalah keluarga inti saya seperti Kakek Nenek, ketiga Om saya serta Tante dan kedua anaknya. mereka lah yang amat sering mengunjungi saya, karena saya sendiri pun sudah menganggap bahwa saya adalah anak ke-6 dari Nenek saya. hahaha. Namun tidak lupa juga, teman-teman dekat saya, dari teman SD hingga SMA pun berdatangan, tetapi yang paling kerap datang ya pacar saya pastinya haha.

Kembali ke cerita kaki , setelah beberapa hari berlalu, saya melewati kira-kira 21 hari di ICU, saya berada di tempat yang menakutkan, karena di sekeliling saya adalah orang-orang yang menderita penyakit parah seperti gagal ginjal,stroke,jantung, dan lain sebagainya.Saya pun kerap melihat ketika orang itu meninggal. Kalian bisa bayangkan pastinya apabila anda melihat seperti itu, pastinya sangat menyeramkan. 
Kaki saya yang terluka ini, selalu di kunjungi dan di cek dokter pastinya. Saya ingat benar detik-detik ketika ujung kaki saya mulai kehilangan detak jantung. Ya Tuhan, sangat sakit rasanya ketika saya merasakan itu, saya tidak bisa berkata apa-apa kecuali berdoa. alat pendeteksi nadi kerap kali di tancapkan, namun tetap saja masih "0" , 
ini adalah foto monitor yang digunakan sebagai pantauan detak jantung saya dan lain sebagainya. namun apabila alat pendeteksi di kaitkan dengan kaki kanan saya, pasti hasilnya "0". Sangat Menyedihkan :(


Sementara saya memikirkan itu, di lain sisi adalah rasa sakit yang tidak tertahankan. Hingga dokter pun memberi campuran morfin untuk meredakan. sebelum itu, saya menggunakan obat penahan sakit yang bernama  petidin. Mungkin karena sakitnya tidak tertahankan sehingga dokter memiliki alternatif lain sehingga memberi morfin yang di campur kedalam infus saya  Saya hanya bisa selalu berdoa dan ibu saya pun slalu menangis melihat saya seperti ini.
Bagaimana rasanya apabila dokter yang menanganimu ketika itu hanya mau bicara di luar kamar bukan di dalam kamar ? itu pasti pertanda buruk ! Saya merasa mungkin kaki saya akan di amputasi, "Oh Tuhan cobaan dariMu sungguh berat." Hal itu hampir terjadi selama 2 minggu setelah pasca operasi.
Sebelumnya, setelah operasi pertama berlalu, sekitar 4-6 hari pasca operasi pertama, saya pun harus menjalani operasi kedua dikarenakan adanya dugaan dimana terjadi penyumbatan didalam arteri saya yang baru saja disambung. Ternyata benar, operasi kedua ini menemukan sekitar 10-14 lebih gumpalan darah yang mengental sehingga menyebabkan darah tersebut tidak dapat mengalir normal hingga ke ujung kaki. Saya lupa nama dalam bahasa dokter apa, namun seperti itu kronologisnya.
Setelah itu pun, pasca operasi kedua selesai, sekitar kurang lebih 4 hari, saya pun hendak akan di operasi lagi untuk ketiga kalinya, kasus dan dugaanya sama, yaitu terjadi penyumbatan, ternyata benar, ditemukan lah salah satu vena atau otot yang sudah mengeras, dan berwarna hitam, dapatkah anda membayangkan? sakit pasti rasanya, terlebih setelah pasca operasi setelah obat bius nya hilang, sudah dapat anda bayangkan pastinya rasa sakit yang saya rasakan.

Semakin hari berlalu, mendekati hari ke-21 , keluarga saya lebih kerap mendekati saya, dan terlebih ibu dan ayah saya yang selalu di samping saya dan selalu menangis. Saya semakin merasa waktu untuk kaki saya sudah dekat. Ternyata benar ! ibu saya pun menutup kesedihanya dengan senyuman palsu. Ia selalu mendampingi hari-hariku disaat hari yang tidak akan pernah saya lupakan tiba. saya lupa ketika itu hari apa, namun tepat sekali hari ke-21 tiba. Ternyata , kaki saya divonis untuk di amputasi. Oh Tuhanku, apa yang harus saya lakukan? Dihari itulah Mujizat dimulai ! ini saya sartakan foto kaki saya saat akan di amputasi
foto ini di ambil ketika tim dokter yang menangani saya menyerah dan ini detik-detik menjelang Kemuliaan Tuhan !


Ketika itu,saya dipindahkan sekitar pukul 08.00 pagi. Dan ternyata eksekusi amputasi akan dilakukan pukul 11.00 . Dapatkah anda membayangkan bagaimana perasaan saya? saya merasa Tuhan menyelamtkan saya. Dokter utama saya yang bernama Dr. Bandrio yang saat itu hingga sekarang ini menangani saya, hendak mempertahankan kaki saya. Lekaslah ia memindahkan saya untuk dirawat di Rumah Sakit lain dengan harapan kaki saya dapat di pertahankan, Inilah mujizat Tuhan. Dimana ada kebuntuan, disitu ada jalan :) .
Saya amat merasakan karunia Yesus Kristus turun diatasku. Sempat juga sebelum hari ini terjadi, saya di konsultasikan kepada dokter spesialis bedah plastik untuk melakukan "graving" atau di sayat bagian yang "mati". Namun hal itu sangat beresiko, karena yang dipertaruhkan adalah nyawa saya. Mengapa begitu? karena kimia yang digunakan dapat membuat jantung saya terganggu. Kembali ke cerita sebelumnya,

\Lekas saat itu, aku dibawa ke" Rumah Sakit Dr Oen Surakarta", untuk penanganan lebih lanjut. Aku diangkat menggunakan ambulance dan ketika aku berpamitan, seluruh suster ICU yang bertugas di" RS Kasih Ibu Surakarta" mendatangiku dan mendoakanku, ada juga yang memeluk dan mencium keningku. Aku merasakan bahwa mereka sudah menganggapku seperti saudara mereka sendiri. Mereka pun ada juga yang gingga menteskan air mata. Sungguh haru rasanya :(

Sesampainya di RS Dr Oen, lekaslah aku dibawa menuju IGD untuk registrasi sesuai prosedural.
Oh tidak ! ternyata seluruh kamar atau tempat di ICU penuh. Aku pun ditempatkan kira-kira 2 jam lebih di IGD dengan tempat tidur yang hanya pas sebadanku dan panjangnya pun lebih panjang badanku daripada tempat untuk menunggu ini. Aku pun merasa amat sangat kesakitan dan sesak pastinya.
Lantas, setelah menunggu kira-kira 2 jam, aku di bawa ke ruang isolasi ICU agar mendapat penanganan khusus dan tempat yang steril.

Selang 1 hari dari aku dipindahkan, saat itu pun dokter bedah plastik senior di rumah sakit Dr Oen pun mengunjungiku. Nah ternyata.... Ia pun memberi saran untuk mengamputasi kakiku juga. Katanya karena kaki ini sudah tidak dapat dipertahankan, mengingat lukanya yang parah dan proses pembusukan yang sedang berjalan. Ini fotonya  ------>>>



left side





yang warna hitam ini adalah proses jaringan mati atau proses pembusukan.
Mengapa bisa menghitam ? karena adanya proses kematian yang ditandai dengan tidak masuknya nutrisi dan  pasokan darah serta oksigen ke ujung kaki yang menyebabkan kaki kanan mati. 

Dapat anda lihat kan? ini nanah , darah, dan cairan yang keluar dari kakiku


Inilah kondisi kaki saya pada kondisi paling parah yang hendak di amputasi.

Pada saat itu, saya beserta keluarga saya sudah merasa putus asa dan merasa tidak ada jalan keluar.
Pihak Rumah Sakit sudah menghendaki Perwakilan dari keluarga saya untuk menandatangani surat persetujuan eksekusi amputasi tersebut. Amputasi akan dilakukan keesokan harinya pukul 07.00 pagi hari. Keluarga saya pun menangis, waktu itu hanyalah Kakek saya dan Ibu saya yang tinggal didalam. Ibu saya hanya memeluk saya. Hendak saya berkata, "ma, apakah ini akhir dari mimpiku untuk jadi tentara? apa aku nanti setelah di amputasi bisa basket lagi? jika tidak aku minta tolong, buanglah seluruh pakaian serta perlengkapan basketku agar aku dapat melepas semuanya" . Ibuku hanya terdiam dan merenung serta memelukku dengan kencang. Disamping itu Kakekku selalu menyemangatiku, "sudahlah, berserahlah saja kepada Tuhan. Tuhan adil, pasti ada jalan :) kehilangan kaki bukanlah akhir dari hidupmu vin"
Oh tidak Tuhan, aku berkata dalam hatiku, "mengapa semua ini terjadi padaku? mengapa ini terjadi saat aku beranjak dewasa? saat aku masih muda belia dan siap memandang masa depan?".
Saat itu juga tak lupa aku mengirim pesan ke GF ku , kataku padanya "sayang, apa kamu gak malu nanti apabila kamu pacaran dengan laki-laki yang hanya memilki kaki satu?". Ia menjawab, "sudahlah, itu sudah pilihan. Aku dampingi kamu".

Yaa cukuplah dengan semangat dari ibu ayah serta keluarga besarku ditambah lagi pacarku yang dapat membesarkan hatiku.
Namun.... Mujizat tidak berhenti datang kepadaku. Saat itu juga Kakekku menghubungi Dr Bandrio dan mengajak bertemu. Setelah bertemu , lekas kakekku bicara padanya dan intinya adalah "apakah tidak ada alternatif lain". Dokter ku pun menjawab. "saya punya teman pak, dia sedang meneliti stem cell , mohon bapak menghubunginya".
Saat itu juga semua keluargaku bergerilya, Tante ku langsung mendatangi tempatnya praktek untuk memesan tempat. sedangkan kedua Paman ku beserta kakekku on the way menuju tempatnya praktek.
Setelah dokter itu ditemui oleh keluargaku dan berdiskusi, dokter Endah Yulianto namanya, seakan ia memberikan sebuah harapan besar, dan ia berkata "ya pak, saya bisa! " .
Saat itu juga paman ku menghubungi ibuku dan berkata "ada mujizat". Mengucap Syukurlah aku beserta ayah ibuku kepada Tuhan Yesus. Trima Kasih Tuhan. KemuliaanMu Sungguh Besar !
Setelah terdengar kabar tersebut , aku merasa seakan ada harapan atas semua ini. Namun, jalanku yang harus aku tembuh masih panjang. Aku berharap aku kuat melalui semua ini, karena Yesus memilihku.



Sabtu, 20 April 2013

7-Agustus-2012

MY STORY BEGIN
Pagi-pagi sekali aku bangun, melanjutkan rutinitas biasaku yaitu sekolah. sebelum sekolah biasanya pukul 04.30 , aku jogging dan melatih fisikku untuk menyiapkan masuk di akademi. hampir tiap hari aku melaksanakan rutinitasku itu. setelah itu selesai , biasanya aku lekas mandi sarapan dan lekas berangkat sekolah. sebelum berangkat aku tidak merasakan sesuatu sedikitpun yang berbeda dari biasanya.

Karna uangku hanya tinggal Rp 4000,00 aku hendak meminta uang sakuku kepada papa mama ku, aku jarang meminta kepada mereka sebelum uang saku ku habis. namun ketika itu bensin ku habis dan tidak cukup pastinya untuk brangkat hingga pulang sekolah. lantas, aku meminta uang saku ku kepada mama papa, saat itu mama sedang mandi dan papa sedang berbincang-bincang dengan temannya. karna waktu sudah mepet, lantas ak marah kepada papa ku karna terlalu lama berbincang dengan temanya dan tidak lekas mengambilkan, sedangkan aku langsung pergi saja tanpa menunggu uang sakuku kudapatkan.

Aku marah, dan aku bingung mau pake uang apa beli bensinku nanti? apakah dengan 4000 rupiah aku bisa dapatkan bensin sekaligus beli minuman di sekolah? sedangkan aku sudah punya komitmen di diriku aku tidak mau utang temenku. lantas aku emosiku pun meningkat.

Lampu merah demi lampu merah kulewati, sesampainya di perempatan Tony Jack. aku bertemu dengan teman sekelas ku dan aku mengikutinya untuk menyapanya. sesampainya di depan salah satu restorant terkenal, aku langsung menyapa "woy" . namun seketika itu juga  lantas ada mobil yang melewati marka dan langsung saja menabrak kita berdua bersama 3 orang lainya secara beruntun, dan aku pun menjadi yang pertama. aku langsung bicara dalam hati "Ya Tuhan apakah ini waktuku? maafkanlah segala kesalahanku Ya Bapa". Kejadian itu berlangsung sekejap.
ini adalah foto motor temanku yang saat itu kecelakaan bersamaku.
keadaan motorku tidak jauh beda sih sebenarnya, namun saat itu ayahku tidak mengambil foto dari motorku, namun cukup parah juga, body depan motor hancur dan mesin nya pun pecah. bisa anda bayangkan kan?



Setelah itu ternyata Tuhan masih memberikan kesempatan padaku, kakiku tertindih vario putih yang kutunggangi, kaki kanan tepatnya. aku sudah mengira pasti kakiku patah. lantas aku segera bangkit berdiri untuk membanting motorku yang jatuh mengenai kakiku, tak ada orang yang menolongku untuk berdiri. aku berdiri sendiri dan sakit sekali rasanya, setelah kakiku terlepas lalu hendak aku berdiri dan jalan ke trotoar jalan namun aku pun tidak kuat berjalan dengan kedua kakiku. aku menggunakan kaki 1 ku untuk menopang badanku untuk berjalan dengan jara melompat-lompat, sedangkan temanku hanya tergeletak di jalan, sempat aku memiliki pikiran untuk menolongnya dahulu namun keadaanku tidak memungkinkan karna sakit yang tak tertahankan dan kondisi kakiku yang terasa amat sakit.

Tak ada 1 orang pun yang menolongku untuk berdiri atau berjalan, hanya sesampainya di trotoar baru ada sekerumunan orang yang menolong dan menghampiriku. lantas aku langsung diberi teh hangat oleh seorang ibu paruh baya yang sedang menjual minuman pinggiran dan segeralah salah seorang pengunjung restoran menanyakan nomor telepon ayah ibuku dan segeralah ia menelpon mereka. tak sampai 10 menit ayahku datang dengan temannya tanpa menggunakan alas kaki dan hanya menggunakan celana bogel dan kaos rumahnya, setelah itu ada 2 orang guruku, tepatnya guru agama Katolik dan Kristen yang mendatangiku. lantas aku segera mereka angkat ke ambulance. setelah di ambulance baru mama dan omku datang menghampiru ku seketika itu juga aku bilang ke papa mama, "pah mah, maafin kevin yaa kalau kevin punya salah". Mamaku lansung meneteskan air mata dan bilang "kamu gak salah le.."

Aku amat sangat ingat tentang kejadian itu. di ambulance aku langsung sms orang yang selama ini mengisi hidupku yaitu pacarku, "yang aku kecelakaan, kakiku keliatane patah". setelah dia trima sms dariku, langsung ia menelponku dan bertanya keadaanku. sesampainya di RS Kasih Ibu, lekas aku di baringkan di tempat tdur UGD yang sempit pastinya.  Setelah itu aku pun langsung diagnosa dokter, "oh ini gapapa ini paling patah". lekas aku masuk ruangan RONTGEN. rontgen pertama pun selesai dan dokterpun mempertegas ucapanya. namun aku masih belum percaya dan keluarga ku pun menghendaki melakukan rontgen ulang. aku di rontgen sekitar 3x, di seluruh kaki kananku pastinya. namun hasil menunjukan hal yang sama seperti hasil foto pertama.

Karna dokter mengatakan tidak apa-apa keluargaku pun agak tenang dan membawaku ke bangsal. semakin lama aku dibangsal kakiku pun tambah membengkak, lalu keluargaku pun memanggil dokter spesialisuntuk memeriksa ulang. lalu dokter spesia;is itu menghendaki ku untuf foto ARTERIOGRAFI yaitu foto pembuluh darah yang di mungkinkan putus ketika aku menerima benturan itu. pukul 12.00 aku pun dibawa ke RS Yarsis untuk foto Arteriografi, ternyata benar salah satu arteri utama ku di kaki tepatnya di bawah lutut putus. setelah itu dokter langsung memutuskan untuk melakukan operasi.

Setelah foto arteri usai, hendak saya di bawa kembali ke RS Kasih Ibu untuk penangananan selanjutnya yaitu operasi. kira-kira pukul  17.00 kekasih saya pun datang, entah kenapa tiba-tiba ia menangis menghampiri saya, dan mama saya pun bergegas keluar karena mungkin itu suatu privasi bagi saya.saya hanya bisa berkata padanya "sudah tenang saja, doa saja agar operasi saya lancar" sambil aku memeluknya. dia hanya diam dan terus menatap saya. ia terus menunggu saya hingga waktu operasi tiba.

Operasi berlangsung kira-kira pukul 20.00. yang semestinya dilakukan pukul 22.00 namun keluargaku minta untuk dipercepat. ternyata "golden periode" dari arteri putus itu adalah 4 jam, dan sudah diketahui pastinya hal itu sudah melampauhi batas. tapi operasi pun tetap berlangsung. apabila tidak dilakukan tindakan maka arteri yang putus tersebut akan terus menekan darah hingga terjadi pembekakan dan akhirnya akan menekan ke jantung dan pasti anda sudah tau apa yang bakalan terjadi apabila sampai ke jantung saya. keluarga saya terus mengkhawatirkan saya terlebih ayah dan ibu saya. eyang kakung saya pun langsung bertindak sebelum operasi dilakukan. ia terus mengupayakan yang terbaik bagi saya hingga para dokter spesialis yang bersangkutan dengan penanganan saya pun ia ajak diskusi bersama untuk melakukan yang terbaik hingga pada akhirnya eyang kakung saya ikut dalam operasi tersebut. iperasi berlangsung kira-kira  6 jam an hingga arteri tersambung dengan alat semacam elastis bentuknya kata kakek.
ini adalah gambar dimana arteri kaki saya putus
ini adalah gambar anatomi lutut, yang saya beri tanda itu adalah tempat arteri saya putus.


Kakek saya sangat menyayangi saya, dan beliau menginginkan saya untuk melanjutkan kiprahnya di dunia militer. ia sangat mengharapkan saya untuk dapat melanjutkannya di kiprahnya sebagai tentara. saya pun meresponya dengan baik untuk menyiapkanya dengan baik masuk kesana, karna mengingat postur saya yang tinggi besar pastinya hehehe. kembali ke setelah operasi saya langsung di masukan ke ICU untuk proses lebih lanjut dan pemantauan secara monitoring.


Jumat, 01 Februari 2013

Apa yang kita dapat dari hubungan ini


Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, dan hari demi hari terlewati, si cewe pun mulai merubah si cowo menjadi lebih baik. Pada awalnya ketika si cowo masi duduk pada bangku Sekolah Menengah Pertama hingga kelas 10 Sekolah Menengah Atas, si cowo adalah anak yg tergolong nakal karna lingkungan tempat ia bergaul. Ternyata si cewe adalah adik kelas si cowo pada saat Sekolah Menengah Pertama, oh makanya ia sudah pernah  tau si cowo karna sering terdengar nama si cowo di central speaker di sekolah mereka saat itu. 

Saking bandel nya mungkin ya sampai si cowo pada saat ia Sekolah Menengah Pertama dengan kelompoknya sangat terkenal di sekolah nya, sebut saja mereka https://twitter.com/RPWcrew , haha itu adalah sekumpulan teman dekat si cowo yg seru-seru pastinya dan mereka memiliki kekerabatan yg sangat dekat hingga saat ini. Tidak sampai disitu, si cowo memiliki banyak teman di luar sana, dan diantaranya lah yg membuat ia digolongkan bandel. 

Ketika SMP si cowo pernah terlibat perkelahian dan aksi vandalisme bersama teman-temanya. Lha saat aksi vandalisme itulah yg pada akhirnya si cowo dan teman-temanya di tangkap satpol pp hahaha, emang bener bener si cowo ini bandel sekali (tapi bandelnya gak pernah yg bersangkutan dengan merusak kesehatan lho ya) hingga akhirnya karna keseringan namanya disebut di central speaker sampai si cewe ini mengenal si cowo walaupun si cowo tidak mengenalnya. Eh ternyata malah SMA pacaran.

Dari SMP hingga kelas 10 si cowo selalu mendapat nilai jelek dan pada akhirnya si cowo masuk deh di penjurusan IPS, namun semenjak kenal si cewe dan akhirnya berpacaran si cowo pun mulai sadar akan masa depan dan membenahi pola hidupnya dan berubah 180 derajat. 
Setiap hari mereka belajar untuk menargetkan nilai yg terbaik, dan sebelum ulangan harian tiba karna di sekolah kami ulangan harian selalu terprogram maka kami selalu menyempatkan diri untuk pergi ke Gua Maria untuk berdoa bersama dan minta kemudahan dari Tuhan. Kami pun selalu membuat perjanjian/taruhan untuk bagus-bagusan nilai dan apabila kalah harus traktir nonton di XXI atau makan ke restoran mahal seperti Pizza Hut. Mid dan semesteran pun juga berlaku seperti itu untuk menunjang semangat kami. hahaa

Pada awal kelas XI semester 1 si cowo hanya menempati kira-kira peringkat 13 di kelas nya dari 37 siswa, ya lumayan lah udah ada perubahan dikit. Lama kelamaan ia pun selalu di suport,di beri dorongan,dan di beri ceramah rohani oleh si cewe dan pada akhirnya pun si cowo rajin belajar. Walaupun setiap hari si cowo itu basket muluk karna ia ikut tim basket di sekolahnya namun tak lupa setelah ia sampai di rumah ia selalu belajar dan mengulang pelajaran. Dan hasilnya broo si cowo masuk 5besar di kelasnya dengan rata-rata 86, bagi si cowo itu adalah perubahan yg sangat significant hahaha tau sendiri gan dia sadar juga baru-baru aja kan.. 
Si cowo sangat berterima kasih dengan apa yg udah si cewe berikan..

Buat si cewe belajar di pagi hari itu jarang dia lakukan dalam waktu tes disekolah, kebiasaan dia di SMP belajarnya malem pagi bangun lalu berangkat kesekolah. Tapi semenjak kenal sama cowo ini dia mulai mengenal dan belajar untuk bangun pagi setiap ada tes. 
Mereka biasa bangun jam 4 pagi untuk mengulang materi lagi baru bersiap-siap kesekolah.
Bagi si cewe misscall cowonya untuk bangun pagi dan belajar adalah suatu kewajiban. Maka dari itu menggunakan alarm untuk bangun pagi dan misscall cowonya menjadi salah satu motivasi cewe in buat bangun pagi.
Setelah beberapa waktu cara itu digunakan, nilai cewe ini juga mengalami peningkatan dan kebiasaan baik baru yaitu bangun subuh buat belajar.
Kebiasaan yang terus dilakukan itu mengubah masing-masing dari kami menjadi lebih baik, hingga akhirnya si cewe sekarang berhasil memasuki jurusan IPA.
Cewe ini pun belajar banyak dari cowo ini mulai dari yang tertib misal kasi info  ketika mau pergi istilahnya pamit. Belajar yang namanya nggak ceroboh dan teliti dengan barangnya sendiri.
Belajar banyak juga mengenai pacaran yang ga hanya buat "Have Fun" tapi yang bisa bawa dampak positif buat masing-masing dari kita. Jadi kita bisa nunjukin kalo kita pacaran itu ada manfaatnya kalo kita pacaran itu bawa dampak positif.
Gak selamanya kok pacaran itu negatif seperti yang selama ini udah jadi label buat orang pacaran di SMA.
Kita berusaha buat pacaran ini jadi motivasi untuk kesuksesan kita besok.
Jadii, apapun itu kita berusaha agar semakin hari kiat semakin baik dan mempertanggungjawabkan apa yang sudah kita bicarakan.
Kalo kita boleh bilang "Don't Judge The Book by The Cover" karna gak semua pacaran itu bawa dampak negatif banyak pacaran yang memacu semangat untuk lebih maju. Kita semakin dewasa dan pasti semakin juga dapat berpikir kritis kan? so let it be 
by : https://twitter.com/nurainimrp













about us
through trial together. through time together. keep our promises.
Diberdayakan oleh Blogger.