MY STORY BEGIN
Pagi-pagi sekali aku bangun, melanjutkan rutinitas biasaku yaitu sekolah. sebelum sekolah biasanya pukul 04.30 , aku jogging dan melatih fisikku untuk menyiapkan masuk di akademi. hampir tiap hari aku melaksanakan rutinitasku itu. setelah itu selesai , biasanya aku lekas mandi sarapan dan lekas berangkat sekolah. sebelum berangkat aku tidak merasakan sesuatu sedikitpun yang berbeda dari biasanya.
Pagi-pagi sekali aku bangun, melanjutkan rutinitas biasaku yaitu sekolah. sebelum sekolah biasanya pukul 04.30 , aku jogging dan melatih fisikku untuk menyiapkan masuk di akademi. hampir tiap hari aku melaksanakan rutinitasku itu. setelah itu selesai , biasanya aku lekas mandi sarapan dan lekas berangkat sekolah. sebelum berangkat aku tidak merasakan sesuatu sedikitpun yang berbeda dari biasanya.
Karna uangku hanya tinggal Rp 4000,00 aku hendak meminta uang sakuku kepada papa mama ku, aku jarang meminta kepada mereka sebelum uang saku ku habis. namun ketika itu bensin ku habis dan tidak cukup pastinya untuk brangkat hingga pulang sekolah. lantas, aku meminta uang saku ku kepada mama papa, saat itu mama sedang mandi dan papa sedang berbincang-bincang dengan temannya. karna waktu sudah mepet, lantas ak marah kepada papa ku karna terlalu lama berbincang dengan temanya dan tidak lekas mengambilkan, sedangkan aku langsung pergi saja tanpa menunggu uang sakuku kudapatkan.
Aku marah, dan aku bingung mau pake uang apa beli bensinku nanti? apakah dengan 4000 rupiah aku bisa dapatkan bensin sekaligus beli minuman di sekolah? sedangkan aku sudah punya komitmen di diriku aku tidak mau utang temenku. lantas aku emosiku pun meningkat.
Lampu merah demi lampu merah kulewati, sesampainya di perempatan Tony Jack. aku bertemu dengan teman sekelas ku dan aku mengikutinya untuk menyapanya. sesampainya di depan salah satu restorant terkenal, aku langsung menyapa "woy" . namun seketika itu juga lantas ada mobil yang melewati marka dan langsung saja menabrak kita berdua bersama 3 orang lainya secara beruntun, dan aku pun menjadi yang pertama. aku langsung bicara dalam hati "Ya Tuhan apakah ini waktuku? maafkanlah segala kesalahanku Ya Bapa". Kejadian itu berlangsung sekejap.
ini adalah foto motor temanku yang saat itu kecelakaan bersamaku.
keadaan motorku tidak jauh beda sih sebenarnya, namun saat itu ayahku tidak mengambil foto dari motorku, namun cukup parah juga, body depan motor hancur dan mesin nya pun pecah. bisa anda bayangkan kan?
keadaan motorku tidak jauh beda sih sebenarnya, namun saat itu ayahku tidak mengambil foto dari motorku, namun cukup parah juga, body depan motor hancur dan mesin nya pun pecah. bisa anda bayangkan kan?
Setelah itu ternyata Tuhan masih memberikan kesempatan padaku, kakiku tertindih vario putih yang kutunggangi, kaki kanan tepatnya. aku sudah mengira pasti kakiku patah. lantas aku segera bangkit berdiri untuk membanting motorku yang jatuh mengenai kakiku, tak ada orang yang menolongku untuk berdiri. aku berdiri sendiri dan sakit sekali rasanya, setelah kakiku terlepas lalu hendak aku berdiri dan jalan ke trotoar jalan namun aku pun tidak kuat berjalan dengan kedua kakiku. aku menggunakan kaki 1 ku untuk menopang badanku untuk berjalan dengan jara melompat-lompat, sedangkan temanku hanya tergeletak di jalan, sempat aku memiliki pikiran untuk menolongnya dahulu namun keadaanku tidak memungkinkan karna sakit yang tak tertahankan dan kondisi kakiku yang terasa amat sakit.
Tak ada 1 orang pun yang menolongku untuk berdiri atau berjalan, hanya sesampainya di trotoar baru ada sekerumunan orang yang menolong dan menghampiriku. lantas aku langsung diberi teh hangat oleh seorang ibu paruh baya yang sedang menjual minuman pinggiran dan segeralah salah seorang pengunjung restoran menanyakan nomor telepon ayah ibuku dan segeralah ia menelpon mereka. tak sampai 10 menit ayahku datang dengan temannya tanpa menggunakan alas kaki dan hanya menggunakan celana bogel dan kaos rumahnya, setelah itu ada 2 orang guruku, tepatnya guru agama Katolik dan Kristen yang mendatangiku. lantas aku segera mereka angkat ke ambulance. setelah di ambulance baru mama dan omku datang menghampiru ku seketika itu juga aku bilang ke papa mama, "pah mah, maafin kevin yaa kalau kevin punya salah". Mamaku lansung meneteskan air mata dan bilang "kamu gak salah le.."
Aku amat sangat ingat tentang kejadian itu. di ambulance aku langsung sms orang yang selama ini mengisi hidupku yaitu pacarku, "yang aku kecelakaan, kakiku keliatane patah". setelah dia trima sms dariku, langsung ia menelponku dan bertanya keadaanku. sesampainya di RS Kasih Ibu, lekas aku di baringkan di tempat tdur UGD yang sempit pastinya. Setelah itu aku pun langsung diagnosa dokter, "oh ini gapapa ini paling patah". lekas aku masuk ruangan RONTGEN. rontgen pertama pun selesai dan dokterpun mempertegas ucapanya. namun aku masih belum percaya dan keluarga ku pun menghendaki melakukan rontgen ulang. aku di rontgen sekitar 3x, di seluruh kaki kananku pastinya. namun hasil menunjukan hal yang sama seperti hasil foto pertama.
Karna dokter mengatakan tidak apa-apa keluargaku pun agak tenang dan membawaku ke bangsal. semakin lama aku dibangsal kakiku pun tambah membengkak, lalu keluargaku pun memanggil dokter spesialisuntuk memeriksa ulang. lalu dokter spesia;is itu menghendaki ku untuf foto ARTERIOGRAFI yaitu foto pembuluh darah yang di mungkinkan putus ketika aku menerima benturan itu. pukul 12.00 aku pun dibawa ke RS Yarsis untuk foto Arteriografi, ternyata benar salah satu arteri utama ku di kaki tepatnya di bawah lutut putus. setelah itu dokter langsung memutuskan untuk melakukan operasi.
Setelah foto arteri usai, hendak saya di bawa kembali ke RS Kasih Ibu untuk penangananan selanjutnya yaitu operasi. kira-kira pukul 17.00 kekasih saya pun datang, entah kenapa tiba-tiba ia menangis menghampiri saya, dan mama saya pun bergegas keluar karena mungkin itu suatu privasi bagi saya.saya hanya bisa berkata padanya "sudah tenang saja, doa saja agar operasi saya lancar" sambil aku memeluknya. dia hanya diam dan terus menatap saya. ia terus menunggu saya hingga waktu operasi tiba.
Setelah foto arteri usai, hendak saya di bawa kembali ke RS Kasih Ibu untuk penangananan selanjutnya yaitu operasi. kira-kira pukul 17.00 kekasih saya pun datang, entah kenapa tiba-tiba ia menangis menghampiri saya, dan mama saya pun bergegas keluar karena mungkin itu suatu privasi bagi saya.saya hanya bisa berkata padanya "sudah tenang saja, doa saja agar operasi saya lancar" sambil aku memeluknya. dia hanya diam dan terus menatap saya. ia terus menunggu saya hingga waktu operasi tiba.
Operasi berlangsung kira-kira pukul 20.00. yang semestinya dilakukan pukul 22.00 namun keluargaku minta untuk dipercepat. ternyata "golden periode" dari arteri putus itu adalah 4 jam, dan sudah diketahui pastinya hal itu sudah melampauhi batas. tapi operasi pun tetap berlangsung. apabila tidak dilakukan tindakan maka arteri yang putus tersebut akan terus menekan darah hingga terjadi pembekakan dan akhirnya akan menekan ke jantung dan pasti anda sudah tau apa yang bakalan terjadi apabila sampai ke jantung saya. keluarga saya terus mengkhawatirkan saya terlebih ayah dan ibu saya. eyang kakung saya pun langsung bertindak sebelum operasi dilakukan. ia terus mengupayakan yang terbaik bagi saya hingga para dokter spesialis yang bersangkutan dengan penanganan saya pun ia ajak diskusi bersama untuk melakukan yang terbaik hingga pada akhirnya eyang kakung saya ikut dalam operasi tersebut. iperasi berlangsung kira-kira 6 jam an hingga arteri tersambung dengan alat semacam elastis bentuknya kata kakek.
Kakek saya sangat menyayangi saya, dan beliau menginginkan saya untuk melanjutkan kiprahnya di dunia militer. ia sangat mengharapkan saya untuk dapat melanjutkannya di kiprahnya sebagai tentara. saya pun meresponya dengan baik untuk menyiapkanya dengan baik masuk kesana, karna mengingat postur saya yang tinggi besar pastinya hehehe. kembali ke setelah operasi saya langsung di masukan ke ICU untuk proses lebih lanjut dan pemantauan secara monitoring.
ini adalah gambar dimana arteri kaki saya putus
ini adalah gambar anatomi lutut, yang saya beri tanda itu adalah tempat arteri saya putus.
Kakek saya sangat menyayangi saya, dan beliau menginginkan saya untuk melanjutkan kiprahnya di dunia militer. ia sangat mengharapkan saya untuk dapat melanjutkannya di kiprahnya sebagai tentara. saya pun meresponya dengan baik untuk menyiapkanya dengan baik masuk kesana, karna mengingat postur saya yang tinggi besar pastinya hehehe. kembali ke setelah operasi saya langsung di masukan ke ICU untuk proses lebih lanjut dan pemantauan secara monitoring.


