BACA ARTIKELKU DARI "7 AGUSTUS, Saat Menakutkan, Ulang tahun terburuk atau terbaik, In a Set of trial, dan ini yang terkahir"
Hallo kawan,. Aku mau lanjutin ceritaku. Juuust Shariiiing.. J
Hallo kawan,. Aku mau lanjutin ceritaku. Juuust Shariiiing.. J
Setelah semester pertamaku aku lalui dengan hasil yang
kurang maksimal bagiku, pada awal Januari 2013 aku memberanikan diri untuk masuk
sekolah bersiap menghadapi Ujian Akhir Nasional yang akan berlangsung pada April
2013. Aku memberanikan diri untuk tetap dapat mengikuti Ujian Nasional kala itu. Aku pun tahu, resiko dan tanggung jawab apa yang akan aku dapatkan ketika itu. Itu benar!! Sangat-sangat benar!! Ternyata hidupku kala itu selalu dipenuhi perjuangan. Awal mula aku masuk
kesekolah sangat WOW rasanya ketika teman-teman kelasku menyambutku masuk keruangan dengan aku yang berjalan beserta tongkat yang menopang tubuhku. ini teman satu kelasku dulu
Malu pertamanya. Dimana aku dulu disekolah selalu bisa berjalan dengan tegap gagah , kali ini harus berjalan pelan-pelan dan ditopang kedua tongkatku. Bahagia campur malu campur haru rasanya ketika disambut baik oleh teman-teman yang cukup care padaku kala itu. Namun, bukan bahagia yang berkepanjangan aku dapatkan, tetapi hari yang selalu penuh perjuangan. Awal mula aku mengikuti kelas dihari pertamaku, aku tidak bisa menangkap sedikitpun pelajaran yang guruku ajarkan padaku. Aku hanya terdiam dikelas dan merintih kesakitan. Aku harus cerita sama siapa sakitku waktu itu? Hari-hari pertamaku penuh pesimisme yang selalu muncul dibenakku. Apakah aku bisa melalui ini semua?? Mengingat satu semester absent di kelas terkahirku dan Ujian Akhir Nasional tinggal 3 bulan lagi. Aku ketinggalan banyak sekali pelajaran, Tak satupun pelajaran dikelas 12 aku dapatkan. Aku masuk hanya bermodalkan tekat dan tanggung jawab untuk bisa menyelesaikan tugasku di Sekolah Menengah Atas. Tetapi dengan pesimisme, aku sempat membanggakan kepada diriku sendiri "sekolah saja belum, dapat pelajaran saja belum, tapi aku sudah diterima diuniversitas swasta" hahah aku berkata pada diriku sendiri untuk menyemangatiku kala itu. Sakit yang mungkin akan aku rasakan setiap hari tiba. Sulit sekali untuk menahan perih.
![]() |
| foto ketika kelas 11, aku yang paling ujung kiri. yang paling besar :) |
Malu pertamanya. Dimana aku dulu disekolah selalu bisa berjalan dengan tegap gagah , kali ini harus berjalan pelan-pelan dan ditopang kedua tongkatku. Bahagia campur malu campur haru rasanya ketika disambut baik oleh teman-teman yang cukup care padaku kala itu. Namun, bukan bahagia yang berkepanjangan aku dapatkan, tetapi hari yang selalu penuh perjuangan. Awal mula aku mengikuti kelas dihari pertamaku, aku tidak bisa menangkap sedikitpun pelajaran yang guruku ajarkan padaku. Aku hanya terdiam dikelas dan merintih kesakitan. Aku harus cerita sama siapa sakitku waktu itu? Hari-hari pertamaku penuh pesimisme yang selalu muncul dibenakku. Apakah aku bisa melalui ini semua?? Mengingat satu semester absent di kelas terkahirku dan Ujian Akhir Nasional tinggal 3 bulan lagi. Aku ketinggalan banyak sekali pelajaran, Tak satupun pelajaran dikelas 12 aku dapatkan. Aku masuk hanya bermodalkan tekat dan tanggung jawab untuk bisa menyelesaikan tugasku di Sekolah Menengah Atas. Tetapi dengan pesimisme, aku sempat membanggakan kepada diriku sendiri "sekolah saja belum, dapat pelajaran saja belum, tapi aku sudah diterima diuniversitas swasta" hahah aku berkata pada diriku sendiri untuk menyemangatiku kala itu. Sakit yang mungkin akan aku rasakan setiap hari tiba. Sulit sekali untuk menahan perih.
dan berikut ini adalah kondisi kakiku kala itu:
foto kondisi kakiku ketika aku mulai masuk sekolah.
Sempat di bagian ini tumbuh beberapa Set/Belatung yang diperkirakan tumbuh dari bagian yang busuk.
Sangat Down saat itu :(
foto dibagian engkel
Yah begitulah kondisi kakiku saat itu. Apabila aku tidak memberanikan diriku untuk masuk sekolah, menurutku aku adalah pengecut. Bukan masanya untuk bermalas-malasan dan pasrah dengan kondisi sakit yang ada. Sakit memang, tapi harus dijalani dan bukan untuk menyerah dengan kondisi!!
Pelajaran pertama dimulai jam 6.30 namun Aku biasanya tiba disekolah jam 7.00 karena persiapanku yang membutuhkan waktu yang lama. Sekolahku berakhir jam 14.00. Cukup lama bukan? Untuk menahan perih yang sedemikian rupa yang harus aku rasakan ketika aku harus menerima pelajaran. Setiap hari aku di antar jemput oleh orangtuaku.
Karena aku tidak bisa jajan untuk makan siang, maka orangtuaku selalu memberiku bekal makanan. Pacarku/GFku yang tak lain adalah adik kelasku selalu mengunjungi kelasku ketika istirahat tiba. Cukup menghibur dengan kehadirannya setiap hari ketika istirahat tiba. Ya,,, rasa sakit cukup teratasi ketika dia datang. hehehe. Kami berbagi bekal dimana bekal makananku kita makan berdua. Htung-hitung untuk menghemat uang jajan juga, hehe. Kita juga selalu bercerita dengan keluh kesah kita masing-masing dan berharap mendapat solusi untuk setiap masalah yang kita utarakan waktu itu. Dia adalah salah satu semangatku selain Orangtuaku dan Keluargaku yang selalu menyuportku. Ketika itu tanggal 15 Januari, tepat satu tahun kita menjalin hubungan. Ya hampir 2 tahun lah kita kenal. dan tepatnya dia memberikan aku pemberian yang berharga bagiku.
Karena aku tidak bisa jajan untuk makan siang, maka orangtuaku selalu memberiku bekal makanan. Pacarku/GFku yang tak lain adalah adik kelasku selalu mengunjungi kelasku ketika istirahat tiba. Cukup menghibur dengan kehadirannya setiap hari ketika istirahat tiba. Ya,,, rasa sakit cukup teratasi ketika dia datang. hehehe. Kami berbagi bekal dimana bekal makananku kita makan berdua. Htung-hitung untuk menghemat uang jajan juga, hehe. Kita juga selalu bercerita dengan keluh kesah kita masing-masing dan berharap mendapat solusi untuk setiap masalah yang kita utarakan waktu itu. Dia adalah salah satu semangatku selain Orangtuaku dan Keluargaku yang selalu menyuportku. Ketika itu tanggal 15 Januari, tepat satu tahun kita menjalin hubungan. Ya hampir 2 tahun lah kita kenal. dan tepatnya dia memberikan aku pemberian yang berharga bagiku.
Hari-hariku selalu aku penuhi dengan belajar mengejar ketinggalan. Setelah pulang sekolah, kira-kira pukul 14.00 aku dijemput oleh ayahku dan lekas aku pulang. Sepulang sekolah selalu teman dekatku atau GF ku yang menemaniku hingga aku dijemput. Sesampainya dirumah, aku langsung makan siang dan tidur siang hingga pukul 18.00. Pukul 18.00 aku harus bersiap diri mengingat guru private ku datang. Aku les hingga kira-kira pukul 23.00. Untuk mengejar ketinggalan aku harus ekstra kerja keras, dimana aku mengambil 2 mata pelajaran untuk private setiap harinya. Aku les private berbagai mata pelajaran seperti Matematika, Bahasa Inggris, Akuntansi, dan Sosiologi. Mata pelajaran pertama biasanya dimulai pukul 18.00-20.00 . Mata pelajaran kedua biasanya dimulau pukul 20.30-22.30. Apabila ada tugas sekolah, aku menyelesaikannya seusai les private. Hampir setiap hari aku tidur jam 01.00 dan harus bangun pukul 05.30.
Tentunya, istirahat kurang dan letih sekali disekolah. Disamping itu, hal yang mengganggu konsentrasiku waktu itu adalah medikasi (pembersihan luka) yang harus dilakukan selama 2 hari sekali. Bagaimana aku bisa fokus dalam belajar jika konsentrasiku terpecah? Disini dibutuhkan kesabaran dan ketekunan yang ekstra disertai kemauan yang kuat. Ya... bulan pertama aku lalui dengan masa penyesuaian. Stres mulai menimpaku. perubahan psikis dan jerawat yang mulai tumbuh adalah sebagai tanda awal dimana stres semakin berkembang. Aku jadi kerap emosi dan tidak terima dengan kondisiku. Kenapa seperti ini? Kenapa harus seperti ini? Kenapa susah sekali untuk mengejar ketertinggalan? Kenapa kakiku harus begini? Kenapa, Kenapa dan Kenapa yang selalu dipikiranku. Ditambah lagi hasil latihan ujianku yang rata-rata hanya 50.
Mengeluh bukanlah suatu jalan keluar untuk pemecahan masalah. Saat itu adalah masaku berintrospeksi dan berbenah diri. Aku menambah jam belajarku dan mengurangi waktu istirahat siangku. Aku mulai membuat rangkuman dan menambah jadwal doaku. Sampai-sampai disekolah pun aku membawa buku doaku untuk menambah kepercayaan diriku. Disini, aku juga ditemani GF ku untuk berdoa bersama. Setiap malam kami menyempatkan waktu berdua dan janjian melalui SMS untuk waktu berdoa kita. Disekolah pun, aku juga berdoa ditemani dia ketika istirahat sekolah setelah kita selesai makan biasanya. Yaaa, enak juga ada yang menemani kala itu. :)
Tiba saatnya untuk latihan ujian kedua dan ketiga. Nilaiku pun selalu meningkat, dari rata-rata 50,00 menjadi 60,00 dan menjadi 70,00. Cukup puas karena peningkatan sudah dapat terlihat. Pada latihan ujian keempat. Aku cukup bahagia. Dimana peranku dikelas mulai diperhitungkan teman-temanku. Tak jarang aku menjadi tolak ukur dan menempati peringkat di papan menengah keatas kala latihan ujian. Ya Bangga!! Pasti lah yaa!! Absent 1 semester bisa segitu ya menurutku sudah cukup hebat. Aku menghargai diriku sendiri.
Pada suatu latihan ujian, kata guru Sosiologiku, aku juga mendapat nilai tertinggi disatu angkatan. Wah ya seanang pastinya. Semakin percaya diri tentunnya. Beberapa murid ketika pelajaran itu, ditunjuk untuk menjadi pemimpin kelompok yang terdiri dari beberapa teman untuk diskusi bersama dan menjadi (Tutor) istilahnya. Akupun termasuk didalamnya. hahaha Ya penghargaan akan diriku sendiri semakin meningkat. Aku merasakan peran Tuhan yang begitu hadir didalam diriku. Ya, aku merasa bahwa Aku hamba Tuhan yang tidak berguna yang hanya melakukan apa yang harusnya aku lakukan. Tuhan lah yang berkehendak :)
Lakukan selalu yang terbaik yang bisa kamu lakukan, selanjutnya serahkan pada Tuhan :)
Setiap guru yang mengajarku pun selalu menghargai usahaku. Aku selalu diberi special treatment oleh mereka, misalnya saja saat ujian praktek, aku diuji sendiri. apapun pelajarannya. Single Fighter ya :).
Detik-detik menjelang ujian tiba. Aku ingat betul sebulan sebelum Ujian Nasional, kira-kira bulan Maret, guruku Bahasa Inggris, bu Anggraini namanya, memberiku sebuah Rosario dan Didalamnya ada doa yang bernama Rosario Yesus. Aku dimintanya untuk selalu berdoa dengan doa tersebut diatas jam 00.00 . Saya melakukan itu :) Untuk memahami serta mempersiapkan diri, aku juga datang kerumah beberapa guruku untuk les disana. Aku bersama teman kelasku Agista namanya untuk bisa datang disana dan mendapat tambahan pelajaran. Aku datang kerumah guruku Ekonomi dan Geografi. Yang saat itu bagi kita adalah pelajaran yang kita anggap sulit. Agista adalah partnerku dalam latihan ujian maupun ujian. Ketika dia tidak bisa mengerjakan beberapa soal, aku membantunya. Dan ketika aku tidak bisa mengerjakan, dia membantuku. Kita partner cukup kompak waktu itu. Kita hanya percaya akan jawaban kita masing-masing. Apabila terjadi perbedaan pendapat, biasanya kita saling koreksi.
Ujian Nasional pun tiba, kira-kira bulan April pertengahan. Saya lupa tepatnya kapan. Cobaan lain datang. Itu tiba karena aku merasa adanya sediit diskriminasi dari lingkungan sekitarku. Ditambah lagi ada orang disekitarku yang mengataiku bahwa aku ini hanya "momongan". Ya aku hanya tersenyum saja. Selain itu, aku mulai beradaptasi dengan rasa sakit pada kakiku. walaupun kerap merasa perih ketika aku berjalan dan sekolah. Sloganku adalah "AKU MEMANG KALAH PINTAR , TAPI AKU TIDAK PERNAH KALAH SEMANGAT DENGANMU" .berikut adalah kondisi kakiku, ketika masa ujian.
Tentunya, istirahat kurang dan letih sekali disekolah. Disamping itu, hal yang mengganggu konsentrasiku waktu itu adalah medikasi (pembersihan luka) yang harus dilakukan selama 2 hari sekali. Bagaimana aku bisa fokus dalam belajar jika konsentrasiku terpecah? Disini dibutuhkan kesabaran dan ketekunan yang ekstra disertai kemauan yang kuat. Ya... bulan pertama aku lalui dengan masa penyesuaian. Stres mulai menimpaku. perubahan psikis dan jerawat yang mulai tumbuh adalah sebagai tanda awal dimana stres semakin berkembang. Aku jadi kerap emosi dan tidak terima dengan kondisiku. Kenapa seperti ini? Kenapa harus seperti ini? Kenapa susah sekali untuk mengejar ketertinggalan? Kenapa kakiku harus begini? Kenapa, Kenapa dan Kenapa yang selalu dipikiranku. Ditambah lagi hasil latihan ujianku yang rata-rata hanya 50.
Mengeluh bukanlah suatu jalan keluar untuk pemecahan masalah. Saat itu adalah masaku berintrospeksi dan berbenah diri. Aku menambah jam belajarku dan mengurangi waktu istirahat siangku. Aku mulai membuat rangkuman dan menambah jadwal doaku. Sampai-sampai disekolah pun aku membawa buku doaku untuk menambah kepercayaan diriku. Disini, aku juga ditemani GF ku untuk berdoa bersama. Setiap malam kami menyempatkan waktu berdua dan janjian melalui SMS untuk waktu berdoa kita. Disekolah pun, aku juga berdoa ditemani dia ketika istirahat sekolah setelah kita selesai makan biasanya. Yaaa, enak juga ada yang menemani kala itu. :)
Tiba saatnya untuk latihan ujian kedua dan ketiga. Nilaiku pun selalu meningkat, dari rata-rata 50,00 menjadi 60,00 dan menjadi 70,00. Cukup puas karena peningkatan sudah dapat terlihat. Pada latihan ujian keempat. Aku cukup bahagia. Dimana peranku dikelas mulai diperhitungkan teman-temanku. Tak jarang aku menjadi tolak ukur dan menempati peringkat di papan menengah keatas kala latihan ujian. Ya Bangga!! Pasti lah yaa!! Absent 1 semester bisa segitu ya menurutku sudah cukup hebat. Aku menghargai diriku sendiri.
Pada suatu latihan ujian, kata guru Sosiologiku, aku juga mendapat nilai tertinggi disatu angkatan. Wah ya seanang pastinya. Semakin percaya diri tentunnya. Beberapa murid ketika pelajaran itu, ditunjuk untuk menjadi pemimpin kelompok yang terdiri dari beberapa teman untuk diskusi bersama dan menjadi (Tutor) istilahnya. Akupun termasuk didalamnya. hahaha Ya penghargaan akan diriku sendiri semakin meningkat. Aku merasakan peran Tuhan yang begitu hadir didalam diriku. Ya, aku merasa bahwa Aku hamba Tuhan yang tidak berguna yang hanya melakukan apa yang harusnya aku lakukan. Tuhan lah yang berkehendak :)
Lakukan selalu yang terbaik yang bisa kamu lakukan, selanjutnya serahkan pada Tuhan :)
Setiap guru yang mengajarku pun selalu menghargai usahaku. Aku selalu diberi special treatment oleh mereka, misalnya saja saat ujian praktek, aku diuji sendiri. apapun pelajarannya. Single Fighter ya :).
Detik-detik menjelang ujian tiba. Aku ingat betul sebulan sebelum Ujian Nasional, kira-kira bulan Maret, guruku Bahasa Inggris, bu Anggraini namanya, memberiku sebuah Rosario dan Didalamnya ada doa yang bernama Rosario Yesus. Aku dimintanya untuk selalu berdoa dengan doa tersebut diatas jam 00.00 . Saya melakukan itu :) Untuk memahami serta mempersiapkan diri, aku juga datang kerumah beberapa guruku untuk les disana. Aku bersama teman kelasku Agista namanya untuk bisa datang disana dan mendapat tambahan pelajaran. Aku datang kerumah guruku Ekonomi dan Geografi. Yang saat itu bagi kita adalah pelajaran yang kita anggap sulit. Agista adalah partnerku dalam latihan ujian maupun ujian. Ketika dia tidak bisa mengerjakan beberapa soal, aku membantunya. Dan ketika aku tidak bisa mengerjakan, dia membantuku. Kita partner cukup kompak waktu itu. Kita hanya percaya akan jawaban kita masing-masing. Apabila terjadi perbedaan pendapat, biasanya kita saling koreksi.
Ujian Nasional pun tiba, kira-kira bulan April pertengahan. Saya lupa tepatnya kapan. Cobaan lain datang. Itu tiba karena aku merasa adanya sediit diskriminasi dari lingkungan sekitarku. Ditambah lagi ada orang disekitarku yang mengataiku bahwa aku ini hanya "momongan". Ya aku hanya tersenyum saja. Selain itu, aku mulai beradaptasi dengan rasa sakit pada kakiku. walaupun kerap merasa perih ketika aku berjalan dan sekolah. Sloganku adalah "AKU MEMANG KALAH PINTAR , TAPI AKU TIDAK PERNAH KALAH SEMANGAT DENGANMU" .berikut adalah kondisi kakiku, ketika masa ujian.
pasca suntik
Beginilah kondisi kakiku saat aku menghadapi Ujian Nasional. Oiya, sebelum ujian nasional ada pendaftaran PMDK (jalur masuk universitas tanpa tes) / (jalur prestasi) S1 dan D3. PMDK S1 diikuti oleh seluruh siswa. Aku mengajukan Akuntansi dan Administrasi Negara. Sedangkan untuk program Diploma, aku mengajukan Akuntansi di Universitas Sebelas Maret.
Ujian pun berlangsung. Dengan percaya diri penuh aku menghadapi itu. Aku ingat betul kala Ujian berlangsung, ada pengawas dari sekolah lain yang beragama Katolik yang aku tahu bahwa dia umat dari Gerejaku mendatangi mejaku yang ada Salibnya dan lekas ia memberi tanda salib didahiku . hahah Itu sebuah berkat dan menambah percaya diriku.
Oke, aku mampu mengerjakan semua ujian. Ya walaupun didiampingi rasa ragu. karena menurutku apa yang diujukan pada Ujian Nasional, agak menyimpang dari materi yang diajukan.
Oke, aku tetap optimis. :)
Disisi lain, karena banyaknya tekanan yang aku hadapi, menurutku kondisi psikisku yang kena. Aku menjadi kerap emosi dan kurang dewasa dalam menghadapi segala hal. Hubungan pacaranku pun menjadi sering sekali terjadi konflik diantara kami. Aku menjadi over protective dimana aku merasa kehilangan banyak temanku. Hanya teman-teman yang sudah lama dekat yang dapat bertahan untuk menemaniku.
Aku bingung untuk menempatkan diriku. Kini aku berbeda dengan dulu, dimana aku bisa mengajak dia main untuk refreshing, kali ini aku tidak bisa apa-apa dan hanya tergantung orang lain. Ya! aku tahu, bahwa di umur 17-18 ini, orientasi pacaran hanya untuk kesenangan belaka tanpa belajar untuk menghadapi tantangan hidup yang berat. Itupun berlaku dihubunganku. Aku paham, aku sudah tidak seperti dulu lagi dan sulit membuat dia tertawa. Ya apa yang bisa aku perbuat broooo.... i can't do anything. !! semakin renggang tentunya.
Oiya.. sebelum ujian tiba. aku juga pernah mengalami shocked yang disebabkan Injeksi Stem Cell ku. Kala itu dokter Stem Cell ku sedang menyuntik tepat pada luka dikakiku seperti gambar yang ditunjukan diatas. Karena semakin membaik, yang dulunya sekitar 50-60 titik, kala itu hanya 15-20 titik saja. Saat itu kondisiku letih karena pelajaran disekolah yang menekanku mengingat waktu Ujian hampir tiba. Dokterku menjalankan tugasnya seperti biasa yaitu menyuntikku. Tibalah disuatu bagian yang hypersensitiv. Dibagian itu rasanya sakit sekali. Jauh lebih sakit dari biasanya. Aku pun sedikit berteriak. Lalu selang waktu beberapa menit, tiba-tiba tulang belakangku merasa sakit disertai kram pada ujung kakiku dan menjalar hingga keseluruh tubuh. Aku mulai hulang kesadaran namun tidak pingsan. Mataku berkunang-kunang. Melihat sangat tidak jelas seperti rabun. Aku juga sulit bernafas. Dokter beserta asistennya panik dan langsung memberiku injeksi adrenalin. Seluruh tubuhku mengeluarkan semacam bentolan-bentolan merah. Setelah kondisi membaik sekitar 1 jam, aku bertanya kepada dokterku. ternyata aku mengalami shocked dimana kondisi itu sangat berbahaya. Hal itu mengancam hidupku ternyata. Penyebabnya kata beliau mungkin karena terjadi tolakan hormon dari dalam tubuhku ketika Stem Cell dimasukkan. Semenjak saat itu, dokterku sangat berhati-hati memberikan obatnya dan menyebabkan penurunan perkembangan dan pertumbuhan jaringan baru. Berikut adalah link penjelasan mengenai shocked http://id.wikipedia.org/wiki/Shock . Penjelasan lebih lanjut dapat anda baca dilink tersebut.
Sebulan berlalu menunggu hasil ujian nasional. Wah hasilnya memuaskan !! hahha.
perjuannganku selama ini tidak sia-sia !! nilai cukup fantastis bagiku. Matematika 9,75 , Sosiologi 8,2 , Bahasa Indonesia 8,4 , Bahasa Ingrris 8,8 , Ekonomi 7,75 dan Geografi 7,2 . rata-rata 8,4 itu sudah cukup bagiku. mengingat aku absent 1 semester :) Ini namanya berkat Tuhan , tapi jangan samakan nilaiku dengan yang sehat ya pasti kalah optimal belajarnya :)
aku mengambil pepatah dari salah satu kisah di buku Chicken Soup for The Soul, untuk aku jadikan semangat,
" Selalu ada Pengecualian dan Akulah Pengecualian Itu ".
Jangan pernah takut untuk menjadi berbeda. Karena dengan berbeda, kamu lebih mengetahui potensi dan berkat Tuhan yang nyata hadir dalam dirimu :)
Kabar gembira lagi hadir ternyata.. Aku diterima Diploma jalur prestasi / non test, ya.. Suatu kebanggan tersendiri bagiku. Ya walaupun jalur non test untuk Sarjana gagal, nampaknya Tuhan memberikan jalan tersendiri bagiku. Ini yang aku namakan Kepercayaan dan Penyerahaan Diri yang utuh kepada Tuhan dan tampak sebuah harapan baru muncul.
Banyak terima kasih aku ucapkan kepada Tuhan. Segala kerja kerasku, segala doaku, segala pengorbanan, dibayar oleh Tuhan. Aku selalu merasa bahwa Tuhan hadir dihidupku.
Dan pada akhirnya, akupun menerima Surat Tanda Tamat Belajar pada Sekolah Menengah Atas ku. Cukup puas dengan hasil yang bisa aku raih. Ujian Nasional berserta Ujian Sekolah pun tak kalah jauh nilainya. Bersyukur.... itu yang pertama kali aku lakukan. Tanpa Kehadiran Tuhan tak mungkin aku bisa menyelesaikan itu semua.
Tiba saatnya untuk long holidays. Tepatnya bored long holidays. Ya,, aku menganggur dirumah sejak Mei 2013 hingga Agustus 2013. Dirumah, aku hanya menganggur dan menghabiskan waktu untuk membaca. Aku harus mengganti hobi ku basket menjadi membaca. Sulit... !! Sangat Sulit...!!!Yang biasanya mengandalkan fisik, sekarang harus menumpu pada kemampuan otak dalam mencerna setiap bacaan. Tapi aku mulai enjoy dengan manfaat yang diberikan dari hobi membaca ku saat ini. Aku membaca buku-buku Chicken Soup For The Soul pinjaman dari sahabatku. Selain aku mengetahui banyak cerita mengenai semangat hidup, vocabulary bahasa inggrisku pun bertambah melalui buku tersebut. Selain itu, waktu itu koran KOMPAS merupakan sarapan pagiku. Aku mulai tertarik untuk membaca setelah mengetahui manfaatnya. Selain itu, Pamanku juga membiayaiku untuk kursus komputer. Untuk mengisi waktu tentunya. Aku sangat bersyukur kala itu, walaupun liburanku tidak bisa kunikmati seperti remaja sebayaku.
Aku lihat teman-temanku bermain basket, aku lihat teman-temanku bisa bermain dan berkumpul bersama. Shit man !! hahaha . aku hanya duduk dirumah untuk membaca dan berkumpul bersama keluarga besarku. Tapi aku bahagia. Aku bisa menghabiskan waktuku berkumpul dengan keluarga besarku. Selain itu, aku kerap diskusi dengan Kakekku yang sangat banyak pengalaman hidupnya. Dia seorang perwira veteran air force. Pengalaman hidupnya bukan main. Dan aku sangat bahagia ketika aku bisa menyerap ilmunya yang ia berikan kepadaku ketika aku diskusi. Selain itu, aku juga kerap diskusi dengan ketiga pamanku dan tanteku yang tak kalah banyak pengalaman mereka. Aku mempelajari setiap cerita mereka dan menjadikannya sebagai referensiku untuk selalu maju. Oh ternyata dari sini aku dapat simpulkan bahwa, BAHAGIA MERUPAKAN SUATU PILIHAN. BAHAGIA ITU SEDERHANA. KETIKA KITA MENDAPATKAN KETENTRAMAN HATI DALAM SUATU SUASANA. BAHAGIA TIDAK HARUS BORJUIS. BAHAGIA TIDAK HARUS MEWAH. NAMUN BAHAGIA MERUPAKAN PILIHAN !!! oke. aku bahagia dengan segala kondisiku sekarang. Kebersamaan keluarga memberikan kebahagiaan yang tak ternilai.
Disini aku juga akan cerita sedikit pengalaman keluarga kami yang cukup kuat dalam menghadapi cobaan hidup.
Pertama dimulai dari pamanku yang termuda. Ketika ia SMP / JHS , dan tepat pada kelas 9, ia mengalami gangguan penglihatan. Aku lupa jenis penyakitnya apa. Kalau tidak salah neuritisretrobulber. Kondisinya adalah pamanku hanya dapat melihat dalam jarak beberapa meter saja. Namun kasusnya hampir sama denganku. Dimana banyak dokter handal di beberapa Rumah Sakit di Jakarta tidak mampu menangani kasusnya. Dia pun tetap mengikuti Ujian Nasional dengan cara mengerjakan yang sangat unik yaitu dibacakan. Dia dibacakan oleh guru pengawas. Tanpa harus melihat, dia menjawab semampunya. Dan hasilnya pun dia bisa LULUS.
Setelah lulus, dia konsentrasi terhadap penyembuhan matanya. Dikamarnya saya temukan teropong kecil yang ia gunakan untuk melihat pada waktu itu.
Dengan didampingi Kakek saya, mereka mencari dokter yang handal untuk dapat menangani kasusnya. Namun tak sedikit dokter yang menyerah, dan akhirnya karena tidak ada jalan keluar lagi, metode penyembuhan yang digunakan adalah self healing. Yang sebelumnya dia ditangani oleh Dokter Jiwa yang mendampinginya. Ternyata mujizat pun hadir padanya. Dengan tiba-tiba dia dapat melihat setelah melakukan beberapa metode self healing tersebut. Nah.. Tuhan Hadir dalam keluarga kami. dan Ternyata saya kalah hebat dengan paman saya ini hehe.
Kedua, yaitu paman saya yang tengah. Adik kedua dari ibu saya. Ibu saya 5 bersaudara dan ibuku yang pertama. Paman saya terkena stroke. Saya ingat betul ketika itu saya yang melihat dia pertama kali jatuh daan mukanya sangat berbeda dikamarnya setelah ia pulang kantor. waktu itu tahun 2006. Kondisinya parah. Beberapa pembuluh darah diotaknya pecah dan menyebabkan harus ditangani di ICU selama 1bulan. Kakek saya lagi yang menjadi pahlawan bagi keluarga kami. Dia menunggu progress dari paman saya dan selalu berpikir second opinion . Pengalamannya yang banyak, membuat pola pikirnya yang maju pula. Paman saya juga mengalami Mujizat, dimana ia diselamatkan dari penyakitnya. Apabila bicara segi kesabaran, saya jauh kalah dengannya. Dia sangat sabar dalam menjalani hidup. Sampai sekarang pun dia masih dalam kondisi penyembuhan. Dan aku berharap dia dapat kembali lagi sehat seperti sediakala.
Ketiga, nenek saya. Nenek saya adalah sosok wanita yang hebat. Dia ibu rumah tangga yang jago bagi kami. Pagi hari, dia harus bangun untuk menyiapkan sarapan bagi keluarga besar kami. Siang hari, dia harus memasak untuk hidangan kami makan siang dan makan malam. ya... she is the great grandma !!
Oma, memiliki sejarah diabetes. Waktu itu, diabetesnya kumat. Ketika kondisinya sangat down, keluarga kami langsung membawanya ke Rumah Sakit. Ketika tiba di UGD, skala pengukur diabetes tidak mampu untuk menjangkau kadar diabet dari oma karena terlalu tinggi. Batas maksimalnya adalah 500. Sedangkan kadar diabetes oma adalah 900. Hampir 2x lipat. Banyak orang terkejut termasuk dokter yang menanganinya. Jarang sekali yang hingga menunjukan angka sedemikian tinggi. Kali ini, peran Kakek saya sangat diunggulkan. Kakek saya selalu menunggu perkembangan oma dan selalu menunggu di dekat ruang ICU. Ibu beserta kedua paman saya dan tante saya, bergantian untuk menjaga oma. Selain itu dirumah juga harus ada yang tinggal untuk menjaga paman saya yang stroke dan memberi makan anjing beserta hewan peliharaan lain. Suatu ketika, kakek saya hedak pulang untuk bergantian jaga dengan paman saya. Karena terlalu letih dan pada waktu itu kakek saya yang sangat mandiri dengan usianya 70th, Dia selalu mengendarai Jeep Kesayangannya sendiri. Ketika menyopir, dia mengalami kecelakaan. Dimana rodanya menghantam trotoar jalan dan lekas mobil jeep tersebut melayang dan kemudian terbalik. Betapa cobaan hidup selalu menguji keluarga kami. Mobil pun rusak dan yang terpenting adalah kakek saya selamat :)
Oma pun dapat pulih dan kembali membaik. Ya.. Mujizat Tuhan hadir dikeluarga kami. ini foto keluarga kami
foto keluarga kami ketika pernikahan paman saya.
Betapa cobaan selalu menguji kami dan sekarang adalah giliranku untuk dicoba oleh Tuhan. Kami merasa terpilih bahwa Tuhan sangat menyayangi keluarga kami. Kami memegang teguh kepercayaan seutuhnya kepada Tuhan dan biarkan mujizat Tuhan berkarya dalam hidup kami., Keluarga yang memiliki IMAN, CINTA dan HARAPAN :) Kebersamaan tidak akan terbayar oleh apapun. Ya, Keluarga memang segalanya bagi saya :)
Sejarah keluarga saya adalah para pejuang dari segala cobaan, aku menghayati bahwa SEGALA SESUATU TERJADI UNTUK TUJUAN TERTENTU, BIARKAN TUHAN MENEMPAKU DAN MENJADIKAN YANG TERBAIK SESUAI YANG TUHAN INGINKAN....
Setelah libur tiba, mulai lah perbedaan-perbedaan lain terasa, salah satunya yaitu partner saya yang tak lain adalah pacar saya. Mulai dia merenggang dan akhirnya loss contact hingga saat ini. Namun, apapun saya maklumi, bahwa dimasanya remaja, tak mungkin apabila dia bisa menemani saya melewati cobaan dan beban hidup yang saya terima disaat saya muda. Saya toleran sekali dengan apa yang dia lakukan. Karena saya memaklumi, "everybody need a happiness" happiness with someone who can make her smile everytime and who can accompany her everywhere she want :) but i can't do that. hahaha
menyesal adalah suatu yang layak. Dimana saya sangat mengingat support yang dia berikan kepada saya hampir selama satu tahun. Hampir seluruh waktu luang dia dulu, dia gunakan untuk menemani saya seperti ketika saya dirawat dirumah sakit. its oke, she can leave me. but she never forget me :) haha
Yang saya tahu sekarang, mungkin dia bersama orang lain, yang saya ketahui terakhir adalah dia berkata "everybody need somebody, and i choose you". hahahaha. terkadang memang menyakitkan ketika kita remind and review semua hal yang pernah kita lakukan. Ya tapi kembali lagi, mungkin ini adalah rencana dan kehendak Tuhan. Yang saya tahu adalah Tuhan mencintai kami :) review saja yaa .. Yang saya sayangkan adalah mengapa harus diakhiri dengan benci dan menjauhi saya setelah ini semua terjadi? apa tidak ingat, dahulu siapa yang menjadi teman terdekat masing-masing dari kita? seakan pacaran merupakan jalan untuk merenggangkan hubungan setelah itu berakhir. Namun, saya tidak mau banyak komentar tentang ini :) Biarlah apa yang Tuhan kehendaki terjadi . Adapun dengan ini aku bisa bangkit dan mengetahui bahwa aku harus lebih kuat dari sebelumnya. ya cuman share aja ya. toh kan ini media untuk aku curhat...
dulu ketika dirumah sakit
Cukup ya sampai disini ceritanya :) Semoga Tuhan beserta kita selalu.
Aku mulai masuk kuliah pada akhir Agustus 2013. Ini tahun pertamaku di bangku kuliah. Satu minggu dan Dua minggu pertama sangat memuakkan. Seakan-akan aku tidak diterima di kampus dikarenakan kondisiku yang sulit sekali untuk mengikuti kelas. Aku tidak bisa untuk naik tangga, sedangkan mayoritas kelasku ada dilantai 2 dan lantai 3. Hmmm. sempat putus asa. Apa apaan ini, Universitas sekelas UNS tidak ada fasilitas untuk orang yang memiliki keterbatasan fisik namun memiliki niat yang kuat untuk berkuliah. Aku merasa keadilan belum berpihak. Namun itu hanya sepintas. Ternyata Tuhan itu menyiapkan sedemikian rupa sehingga aku dituntut untuk lebih berjuang dan berusaha mendapatkan apa yang aku inginkan. Ketika itu orangtua ku melakukan lobby ke bagian akademik. Walaupun sekali duakali tak berhasil. Akhirnya dibuatlah kebijakan dimana tempat kelasku yang seharusnya di Lantai 3 menjadi di Lantai 2. Kelas disesuaikan dengan keadaan yang kosong atau dilukir. Tuhan sudah berencana dari dahulu ternyata. Dapat dilihat bahwa salah satunya Fakultas di Universitasku yang mobilnya bisa diparkirkan di Lantai 2 adalah hanya di Fakultas Ekonomi. Sedangkan yang aku butuhkan adalah di Lantai 2. Nah, kelihatan kan bahwa Tuhan memberikan segala kemudahannya dan ini semua Tuhan yang mengatur.
Begitupula di Language Center. Aku dituntut untuk mengikuti kelas bersama dengan mayoritas temanku. Tapi, tidak bisa !! Aku tidak bisa naik ke tangga menuju lantai 2. Sangat berisiko tinggi. Mengingat kondisi kakikupun seperti ini.
Tuhan hadir kembali... Ketika orangtuaku menghadap kepala akademik disana, akhirnya aku diberi fasilitas khusus. Fasilitas itu adalah diajar langsung dengan dosen yang bersangkutan (private class). Aku belajar sendiri didampingi dosenku. Pak Nababan namanya :) Aku sangat enjoy dengan dosenku ini. Kemampuan speaking, writing, sangat diasah disini, Dimana yang seharusnya belajar bersama dengan mayoritas temanku, namun aku dituntut untuk SINGLE FIGHTER dan aku yakin aku dapat lebih berkembang disini karena fokus dosenku hanya padaku ketika pelajaran berlangsung. Ini aku percayai bahwa Tuhan yang mengatur ini semua. Btw, dengan kehadiranku yang menuntu untuk tetap ingin mendapatkan pelajaran dengan niatku yang tinggi, ketika gedung bahasa di renovasi, rencananya akan dibuat ruangan khusus bagi mereka yang memiliki Handicap :) its Amazing broooo !! thanks God !!
Aku mulai enjoy dengan teman kelasku. Aku bersyukur dapat lingkungan yang dapat menerimaku. Walaupun, aku dikelas tergolong anak yang pendiam dan hanya bicara ketika ditanya. Aku berdiam diri bukan karena aku tidak suka membaur, aku suka sekali membaur. Temanku pun sangat banyak diluar sana. Namun, diwaktu ini aku memiliki prioritas. Aku memilih untuks selalu memperhatikan dosenku. Dimana aku ingin sekali memajukan potensiku untuk lebih maju dan menggunakan kesempatan yang diberikan Tuhan ini sebaik mungkin. Kesempatan itu adalah menggunakan waktu yang Tuhan berikan dimana mobilitas fisik di stop oleh Tuhan. Dan aku hanya bisa berdiam diri dirumah berkumpul dengan keluarga besarku. Maka, waktu ini aku berusaha untuk tidak menyia-nyiakannya.
Terkadang aku juga terngiang saat teringat masaku SMA. dimana ketika jam pelajaran selesai atau sedang istirahat, aku selalu ditemani Rani. Dan sekarang, aku harus menunggu sendiri di lorong Kampus, menunggu pelajaran selanjutnya mulai. Inilah perjuangan.
Arti dari perjuangan bagiku yaitu letih, kesal, marah, kecewa, emosi, sakit hati, diskriminasi, malu, kurang percaya diri DAN ITU HARUS KITA LAWAN !!!
Akui bahwa kita memang berbeda. Berbeda berarti harus keluar dari jalur aman. Berbeda memunculkan PROSEDUR BARU bukan PROSEDUR UMUM.
Terkadang aku juga tidak kuat menjalani cobaan. Ingin rasanya menyudahi ini semua dengan cara yang disarankan dokter yaitu AMPUTASI. oh noooo !!! itu cuma emosi sesaat dimana ada sesuatu yang sangat menjengkelkan terjadi padaku.
Mungkin orang bisa mengatakan " VIN, KENAPA TIDAK DI AMPUTASI SAJA? "
memang, di amputasi sekarang menyelesaikan masalah, dan aku bisa kembali normal. Aku hanya berkata dalam diriku "OH TERNYATA ORANG INI TIDAK TAHU YANG NAMANYA BERJUANG"
Apabila aku diamputasi sekarang, okeey masalah selesai, kakiku hilang dan aku bisa pakai kaki palsu atau kaki robot untuk segere menggantikan kakiku. Namun, INI MASALAH SEUMUR HIDUP !!
Ketika diamputasi itu berarti aku menyerah dengan KONDISI COMPLICATED. tapi disinilah SENI berjuang melawan segala cobaan dan tantangan hidup.
Aku disini, berdiri dengan tongkatku, dan berjuang serta menghargai semua keluargaku yang telah menyuport ku untuk tetap mempertahankan keutuhan kakiu.
Aku tidak mampu untuk melihat ibuku yang menangis ketika melihatku terkadang putus asa.
Tapi, Itulah semangatku. Ibuku, Ayahku, dan Keluarga Besarku di JAJAR ini.. Mereka sudah aku anggap sebagai darah dagingku dan aku berharap kita tak terpisahkan.
Aku suka tantangan, walaupun itu terkadang menyakitkan dan melelahkan. Itulah hidup... !!
Hidup itu berjuang, melawan rintangan, dan bersyukur.
Saya terkadang juga sedih, melihat ada orang disekitar saya entah itu teman saya atau orang lain, yang baru diberi sedikiT sekali cobaan, contohnya : ditinggal pacar, dimusuhi teman, sakit sedikit, sakit kepala, flu atau uang sakunya habis dan ia berkata "TUHAN BERAT SEKALI COBAANKU, AKU TIDAK SANGGUP"
itu fuck banget ! ORANG ITU TIDAK TAHU BERJUANG. Daya Juangnya rendah sekali. Sedangkan aku, dengan kondisiku yang seperti ini, aku harus mengeluh kepada siapa? TUHAN ??? TIDAK !! Tuhan itu Maha Tahu. Dia lebih tahu daripada kita. Kita ini diuji. Bukan untuk menyerah. Namun untuk menang !! untuk mendapat kualitas dan level yang lebih tinggi nantinya. Dahulu pertama kali aku mencoba, terkadang aku juga seperti itu. "Mengapa aku seperti ini? terlalu berat" YA memang, aku dahulu seperti itu. Namun itu tidak bertahan lama. Hanya sesaat ! JANGAN ANGGAP COBAANMU PALING BERAT !! BERSYUKURLAH!!
SEMANGAT BOLEH SURUT, TAPI PUDAR / HILANG JANGAN !!!!
Oiya. walaupun kakiku seperti ini. Tidak menyurutkan semangatku juga untuk tetap aktif di kampus. hehehe
aku ikut kegiatan yang namanya Sekolah Penerus Bangsa. SPB ini dibawah naungan (Badan Eksekutif Mahasiswa UNS).
Sekolah Penerus Bangsa ini memberi pandangan seperti apa pemimpin yang dibutuhkan untuk masa depan Indonesia. Menempanya dengan cara memberi penyuluhan untuk berlatih kepemimpinan di kampus dan memberikan dorongan untuk semangat nasionalis serta rasa kebangsaan yang tinggi. Program ini cocok bagi saya. Mengingat latar belakang saya sebelum ini saya ingin menjadi Militer dan latar belakang keluarga saya pun adalah keluarga militer.
Disini, saya memiliki pengalaman yang mengesankan. Dimana ketika awal kali aku masuk dalam program ini, aku merasa dihargai oleh anggotanya dan para panitia yang tak lain adalah BEM. Ketika awal masuk, sudah disambut tepuk tangan oleh para anggota karena aku tampil beda dengan tongkat dikedua tanganku :) Namun aku juga punya kekecewaan disini. Misalnya saja waktu grand opening dan wisuda SPB, aku tidak bisa ikut andil dalam mengikutinya. Dikarenakan kondisiku yang tidak memungkinkan. Grand Opening dan Wisuda, menginap seperti khalnya camping. Bagaimana bisa aku seperti itu? Aku hanya bisa dirumah karena rumah keluarga besar ku sudah di Set untukku dimana ada fasilitas-fasilitas khusus.
Orang-orang disini menurut saya punya nilai-nilai lebih dibanding mahasiswa lain. ya semoga kita semua dengan ini bisa berkembang dengan baik untuk meneruskan generasi emas, penerus bangsa Indonesia kedepan.
Setelah itu, apresiasi juga dilakukan oleh pihak panitia dengan mengambil fotoku dan quote dariku dilibatkan didalamnya.. ini yang paling menyentuh hati saya hhaha. quote saya juga disertakan :)
thanks my bro :)
Program ini menurut saya cocok dengan saya. Saya kerap sekali diskusi dengan kakek saya mengenai masalah-masalah di Indonesia ini termasuk faktor kepemimpinan. Saya sangat suka sekali dengan hal tersebut. Karena cita-citaku dahulu tidak kesampaian untuk menjadi militer. Sekarang, aku berbalik arah dan memutuskan untuk bercita-cita masuk di Badan Pemeriksa Keuangan atau di Komisi Pemberantasan Korupsi :)
Menurutku itu pekerjaan yang tak kalah jagonya. Di BPK, yang dibutuhkan yaitu kejujuran dan keuletan sesuai dengan program dan jalur kuliahku. Sedangkan di KPK, aku sangat suka berbagai hal yang HEROIK seperti yang telah dilakukan para KPK dalam memberantas Korupsi di Indonesia.
Ternyata aku juga ada bakat orang keuangan. Mengingat Kakekku banyak sekali pengalaman untuk menjadi kepala keuangan di bawah naungan Korps TNI AU kala ia menjabat. Sedangkan Adik dari Kakekku (Alm) adalah seorang Akuntan Publik di Bali.
Ya semoga darah mereka dan keberuntungan mereka jatuh kepadaku. AMIN !!
Aku mulai berpikir dan menempa diriku agar aku layak untuk masuk kesana. Caranya sederhana, aku mulai berlaku jujur dalam berbagai hal. Hal yang sederhana yaitu ketika Ulangan. Dulunya, ketika aku tidak tahu, aku selalu tanya temanku untuk membantuku. Namun sekarang, Aku selalu mencoba mengerjakan sebisaku dengan segala kejujuranku dan kepercayaanku akan kemampuanku. Tak lain juga dengan tugasku. Aku tidak mau untuk meniru pekerjaan temanku. Dan sebisaku aku mengerjakan apa yang bisa aku kerjakan. Ini prinsip ku ! dan Aku mengutamakan PROSES !! Ya walaupun terkadang hasil tidak sesuai yang diharapkan, namun percayalah, SUATU SAAT akan sesuai bahkan jauh lebih baik dengan yang kita harapkan !! PASTI !!
semoga Tuhan membantuku untuk mempertahankannya. Aku juga berkeinginan untuk masuk di BEM tapi di bidang yang tidak banyak menggunakan fisik. Menurutku bagian apa yang kira-kira tidak menggunakan fisik tapi putar otak saja untuk menggantikannya. Ah, tapi apapun jalani saja dulu, aku akan mendaftar untuk open recruitment ketika dibuka. Semoga aku bisa berkembang dengan jalur ini. Karena aku tahu, mereka ini punya banyak nilai + dibanding mahasiswa pada umumnya yang hanya ikut mainstream.
Terkadang aku juga banyak sekali godaan. Ingin rasanya untuk sekedar Copy Paste tugas-tugas sekolahku. Mengingat aku diberi fasilitas khusus oleh dosenku. Tugasku termasuk banyak, apalagi program Diploma. Tugasku juga dibedakan oleh teman kelasku, Contohnya, ada tugas yang semestinya dikerjakan kelompok, karena aku tidak bisa ikut pelajaran, maka aku harus mengerjakannya secara individu, dan itu setiap minggu. Tapi aku menikmati ini semua :) Aku pun juga ikut kelas lain dalam 1 mata kuliah dimana seharusnya aku dengan teman kelasku, namun karena ruanganya di lantai 3, aku harus ikut kelas lain dalam mata kuliah yang sama namun di lantai yang bisa aku jangkau. :)
Aku juga sedih ketika harus tergantung kepada orang lain. Sebenarnya aku sangat sangat tidak suka tergantung orang lain. Dari kecil aku melatih diriku untuk mandiri, segala masalah jarang aku beri tahu orang tua ku dan berupaya aku selesaikan sendiri. Semenjak kelas 5 SD , SD ku yaitu SD Kanisius Keprabon 2, sejak itu pun aku sudah memutuskan untuk naik bis (senin-jumat) atau bersepeda (ketika sabtu bersama sahabatku masa kecil yaitu Rendy) . Ketika SMP selama 3 tahun, aku selalu naik bis atau apabila aku kehabisan uang saku, terpaksa lah jalan kaki dengan teman seperjuanganku yaitu Hipo. SMP ku di Bintang Laut. Kira-kira 5-7 Km dari rumah. Tapi aku bahagia :)
SMA karena sudah diijinkan naik motor, yasudah aku naik motor kemanapun. Eh malah kecelakaan :(
Tuhan punya rencana lain. Percaya :)
Dan kesulitanku lain yaitu ketika belajar atau di sekolah atau di kampus atau di rumah sekali pun. Sulit sekali mencari tempat yang nyaman, sulit sekali mencari posisi yang pas. Kalau posisi nya tidak pas, bisa-bisa malah nyeri. Terkadang untuk mencari posisi, dibutuhkan waktu yang lama. Susah banget cari posisi yang cocok. Kalau sudah cocok biasanya aku paling tidak suka kalau diganggu.
Ini merupakan sebuah perjuangan bagiku. Aku bahagia untuk bisa menjalani hidupku ketika aku bertahan pada masa berjuang. sekarang kondisi kaki ku seperti ini. Sering ketika aku konsultasi pada dokterku, dokterku juga membahas tentang Amputasi. Terkadang itu juga menggoyahkan semangatku, namun aku harus tetap kuat menjalani ini semua. ini foto kondisi kakiku yang terakhir...
Ini kondisi terakhir. Dapat dilihat perkembangannya :)
Finnaly, untuk saat ini, mungkin ini cerita atau sedikit pengalaman yang bisa aku share ke kalian. Semoga bermanfaat yaa :)
ini beberapa quote yang selalu saya pegang teguh
"Saya disini dan saya berjuang. Baik atau Buruk serahkan pada Tuhan. Apabila saya gagal, biarkan saya gagal dan kalah dengan kondisi TERHORMAT " yaitu tetap berjuang entah apapun hasilnya.
"Yang di inginkan bukan laki-laki yang lemah yang mengalah dan menyerah dengan keadaan terburuknya, namun laki-laki yang Gagah, Tegap, Menantang, dan Menghadapi segala cobaan dan rintangan dalam hidupnya"
"Hidup yang indah adalah hidup yang berhasil karena PERJUANGAN bukan karena PEMBERIAN"
"JANGAN PERNAH KASIHANI DIRI, LAWANLAH BELAS KASIHAN KEPADA DIRIMU"
"Kita adalah PEMENANG SEJATI apabila berani melintasi setiap jalan yang walaupun diwarnai KEGAGALAN, tidak akan membuat kita JATUH dan KALAH"
dan masih banyak lagi :)
Untuk tulisan terkahir kisahku hingga saat ini, saya juga ingin mengucapkan banyak terima kasih,
pertama, kepada mamah saya tercinta. Thanks mom. You are the great mom and the perfect mom. Terima kasih telah merawatku, mendampingiku, menemaniku, merawat lukaku dan semuanya :) Tuhan Beserta keluarga kita :)
kedua, papah saya. Thanks pa, aku selalu papah antar kemanapun aku pergi. Sekolah, Kuliah, dan semua kegiatanku papa yang support. Thanks pah. for everything you do for me.
ketiga, Kakek dan Nenekku.. terima kasih yangkung, oma, untuk semua yang yangkung oma kasih. Yangkung selalu menjadi public figur bagiku dan sebagai contoh idolaku untuk tetap maju dan berkembang. semoga yangkung oma selalu diberi kesehatan dan umur panjang :) Untuk oma, dari kecil aku yang ngrawat omaku. Terimakasih untuk sarapan pagiku, makan siangku yang oma masakin buat aku, Thanks Oma. Jesus blessed Our family.
oma yangkung nih
Untuk ketiga om ku dan kedua tanteku serta anak-anaknya. Om dan tanteku yang sudah aku anggap sebagai kakak-kakakku. Thanks for your love to me and for your attention. I love our big family. And Jesus always blessed us. Success for you my beloved family.
Untuk Rani.. Thanks to fill my life about 2 years.. Thank for your blood which helped to save my leg.. thanks for all of the time that we can Pray together and said our hope together... don't be mad and keep our friendship. don't forget for all of things we did. You know what i mean :) better or worst our relationship, i know that God has a plan. Jesus loves You :) Succes for you..
Untuk sahabatku dari SD, Rendy,Yohanes,Onky. Hendro, Stefan, Yosua, Reza, Victor, dan semua yang sudah mengunjungiku, dll . thanks for become a true friendship. keep up our togetherness. :) Jesus Blessed You .. Success for you brooo.
Untuk sahabatku sejak SMP, vava, bagus, gilang, gildan, semar, nando, dhesta, tomi, sigit, aditio, boni, ian, lavega, hipo dan semua RPW (my gangstar at SMP) beberapa teman yg banyak dan tidak bisa saya sebutkan satu-satu.. dan mantan SMP , yang sampe saat ini masih jadi sahabat :) Success for you, all of my close friends :) JBU..
Untuk sahabatku SMA, andre, rizky, alif, anggi, afik, dan semua teman kelasku serta team basketku dulu, Tuhan Memberkati.
teman-teman untuk mengisi waktu luangku dan hobiku
with/ Wisnu Arki , player of Satria Muda
haha iseng-iseng saja kalau ini.
Untuk semua guruku di SMAN 7, maaf ibu bapak, kalau dahulu sering ngrepotin :) Dan terima kasih atas supportnya dan fasilitas khusus yang bapak-ibu berikan pada saya. SMA yang saya kenang sungguh :) Semoga bapak-ibu sukses dan Tuhan memberkati :)
Minta doanya ya. semoga ada mujizat untuk kaki kananku. Better or Worst, I'm ready for the Wise of God..
I'm yours Jesus, Whatever You do for me, I believe in You.
SEMANGAT KAWAN... JANGAN PERNAH MENYERAH APAPUN KONDISINYA..
LAKUKAN YANG TERBAIK...
BERJUANG.
SERAHKAN PADA TUHAN..
DAN TUHAN MEMBERKATI....
Saya akan melanjutkan menulis setalah saya memiliki banyak pengalaman, dan menggapai target masa depan saya dan bisa Sukses mencapai cita-cita saya.
Thanks for your attention :)











.jpg)


